Update: Jumat, 10 Juli 2026

TLDN

PT. Teladan Prima Agro Tbk.

Rp 520
+1.96%
Volume
6.292 lot
MA 5
513
MA 20
512
RSI
47.66
High
520
Low
505
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.60%
Support (10d)
484
Resistance (10d)
525
Volume Trend (10d)
+45.2%
Score
65
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-2.80 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -152 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TLDN saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp484, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp525.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 530 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 572 - 598 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 484 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

Dalam dunia saham, perusahaan digital seperti fintech, dompet elektronik, ride-hailing, dan platform pembayaran sering kali menjadi pusat perhatian investor karena pertumbuhannya yang eksplosif. Namun, berbeda dengan perusahaan manufaktur yang menjual produk fisik, atau bank yang mencatat pendapatan bunga, perusahaan digital ini memiliki cara unik dalam mengukur skala bisnis mereka: Gross Transaction Value (GTV). Banyak investor pemula yang bingung membedakan GTV dengan pendapatan (revenue) atau GMV (Gross Merchandise Value). Akibatnya, mereka bisa salah menilai valuasi dan prospek sebuah perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu GTV, bagaimana membedakannya dengan metrik serupa, mengapa ia penting untuk analisis saham digital, serta cara menggunakannya sebagai alat investasi. Apa Itu Gross Transaction Value (GTV)? Gross Transaction Value (GTV) adalah total nilai seluruh transaksi yang diproses melalui platform dalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  2. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  3. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  4. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  5. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  6. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  7. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  8. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  9. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  10. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri

TradingView Chart - TLDN