Update: Jumat, 22 Mei 2026

TLDN

PT. Teladan Prima Agro Tbk.

Rp 530
+0.95%
Volume
8.776 lot
MA 5
555
MA 20
616
RSI
10.34
High
535
Low
500

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.71%
Support (10d)
500
Resistance (10d)
640
Volume Trend (10d)
-52.3%
Score
60
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-15.20 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (10.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 817 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TLDN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 10.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.71%. Area support terdekat berada di sekitar Rp500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp640.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 541 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 583 - 610 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 493 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader

Pernahkah Anda melihat sebuah saham tiba-tiba berhenti naik meskipun permintaan beli sangat besar? Atau Anda mencoba menjual saham yang harganya jatuh, tetapi order Anda ditolak sistem? Itulah yang disebut dengan Auto Rejection – mekanisme perlindungan otomatis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencegah pergerakan harga yang terlalu ekstrem. Dalam sistem perdagangan saham di Indonesia, dikenal dua batasan utama: ARA (Auto Rejection Atas) untuk batas kenaikan, dan ARB (Auto Rejection Bawah) untuk batas penurunan. Memahami kedua mekanisme ini sangat penting, terutama bagi pemula yang baru belajar trading. Tanpa pemahaman ini, Anda bisa salah membaca situasi, panik, atau bahkan kehilangan peluang. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu auto rejection, bagaimana cara kerja ARA dan ARB, berapa persen batasannya, saham apa saja yang terkena, serta strategi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  2. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  3. Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik
  4. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  5. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  6. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  7. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  8. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  9. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  10. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi

TradingView Chart - TLDN