Update: Jumat, 22 Mei 2026

WBSA

PT. BSA Logistics Indonesia Tbk.

Rp 630
-5.97%
Volume
1.039.367 lot
MA 5
817
MA 20
1.193
RSI
26.35
High
710
Low
580

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
12.02%
Support (10d)
580
Resistance (10d)
1.445
Volume Trend (10d)
+1,359.3%
Score
70
Win Rate (30d)
40.74 %
P/L (30d)
123.40 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.4) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 44.550 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WBSA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 12.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp580, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.445.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 643 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 693 - 725 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 586 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

Dalam analisis teknikal candlestick, kebanyakan trader lebih fokus mencari sinyal pembalikan (reversal). Mereka ingin tahu kapan harga akan berbalik arah. Namun, ada kalanya justru sinyal kelanjutan (continuation) yang lebih berharga, karena memungkinkan trader ikut mengendarai tren yang sudah berjalan. Salah satu pola kelanjutan bearish yang paling menarik namun jarang dibahas adalah Downside Gap Three Methods. Pola multi candlestick ini adalah "saudara" dari Upside Gap Two Crows, tapi dengan cerita yang berbeda. Mari kita bedah. Apa Itu Downside Gap Three Methods? Downside Gap Three Methods adalah pola kelanjutan bearish (bearish continuation) yang terdiri dari empat candlestick dan muncul setelah downtrend yang sudah berlangsung. Namanya cukup deskriptif: Downside: mengarah ke bawah (bearish) Gap: ada celah harga Three Methods: tiga metode/candlestick tambahan setelah gap Pola ini menceritakan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  2. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  3. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  4. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  5. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  6. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  7. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  8. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  9. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  10. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing

TradingView Chart - WBSA