Update: Kamis, 20 Agustus 2026

KICI

PT. Kedaung Indah Can Tbk

Rp 193
0.00%
Volume
9.848 lot
MA 5
194
MA 20
194
RSI
47.62
High
197
Low
189
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.98%
Support (10d)
189
Resistance (10d)
206
Volume Trend (10d)
-61.3%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
7.22 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KICI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp189, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp206.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 189, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri

Seorang investor di Indonesia memiliki portofolio yang terdiri dari 100% saham-saham Indonesia. Ia bangga, "Saya mendukung perusahaan lokal. Saya tahu pasar Indonesia." Di waktu yang sama, seorang investor di Malaysia juga memiliki portofolio 100% saham Malaysia. Investor di Thailand 100% saham Thailand. Investor di Jepang 100% saham Jepang. Mereka semua merasa melakukan hal yang benar. Namun pertanyaannya: apakah rasional membatasi diri hanya pada satu negara, hanya karena Anda tinggal di negara itu? Jawabannya: tidak. Inilah yang disebut home bias—kecenderungan investor untuk mengalokasikan sebagian besar portofolionya ke saham domestik (dalam negeri), meskipun diversifikasi global secara objektif bisa memberikan return yang lebih baik dengan risiko yang lebih rendah. Apa Itu Home Bias? Home bias (atau domestic bias) adalah preferensi investor untuk berinvestasi di negara asalnya secara tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  2. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  3. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  4. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  5. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  6. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  7. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  8. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  9. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  10. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula

TradingView Chart - KICI