Update: Selasa, 18 Agustus 2026

KICI

PT. Kedaung Indah Can Tbk

Rp 194
-0.51%
Volume
10.923 lot
MA 5
194
MA 20
194
RSI
52.17
High
206
Low
193
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.05%
Support (10d)
188
Resistance (10d)
214
Volume Trend (10d)
-50.4%
Score
25
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
7.18 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KICI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp188, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp214.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 179 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa

Dua perusahaan asuransi jiwa melaporkan kinerja tahun 2024. Perusahaan A mencatat pertumbuhan premi baru 25%, sementara Perusahaan B hanya 10%. Investor berbondong-bondong membeli saham Perusahaan A. Namun setahun kemudian, harga saham Perusahaan A justru turun sementara Perusahaan B naik. Apa yang terjadi? Ternyata, Perusahaan A mengejar volume dengan menjual produk bermargin rendah (bahkan negatif setelah memperhitungkan biaya), sementara Perusahaan B fokus pada produk berkualitas tinggi dengan margin gemuk. Perusahaan A memiliki New Business Margin 2%. Perusahaan B memiliki New Business Margin 12%. Pasar menghargai profitabilitas, bukan sekadar volume. Dalam artikel sebelumnya kita membahas Value of New Business (VNB) secara keseluruhan. Sekarang kita akan fokus pada New Business Margin—rasio yang mengukur seberapa menguntungkan setiap rupiah premi baru yang berhasil dijual perusahaan asuransi jiwa. Apa Itu New...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  2. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  3. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  4. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  5. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  6. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  7. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  8. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  9. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  10. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal

TradingView Chart - KICI