Update: Kamis, 8 Oktober 2026

WINE

PT. Hatten Bali Tbk.

Rp 130
+0.78%
Volume
2.009 lot
MA 5
128
MA 20
129
RSI
53.85
High
130
Low
128
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.99%
Support (10d)
120
Resistance (10d)
130
Volume Trend (10d)
-73.6%
Score
40
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -316 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WINE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp120, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp130.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 120, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Double Bottom sebagai pola pembalikan bullish dengan dua lembah, kita kini beralih ke versi yang lebih kuat dan lebih meyakinkan: Triple Bottom. Triple Bottom adalah saudara kembar dari Triple Top, tetapi dengan arah yang terbalik. Pola ini terbentuk di akhir tren turun dan menandakan bahwa tekanan jual sudah benar-benar habis setelah tiga kali upaya yang gagal untuk menembus level support. Ketika pola ini terbentuk, sinyal pembalikan yang dihasilkan cenderung sangat kuat dan pergerakan harga setelah penembusan sering kali lebih tajam dibandingkan Double Bottom. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triple Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Triple Bottom? Triple Bottom adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  2. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  3. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  4. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  5. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  6. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  7. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  8. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  9. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami
  10. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

TradingView Chart - WINE