Update: Kamis, 20 Agustus 2026

ACST

PT. Acset Indonusa Tbk.

Rp 85
0.00%
Volume
3.706 lot
MA 5
86
MA 20
86
RSI
61.54
High
85
Low
85
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.48%
Support (10d)
84
Resistance (10d)
88
Volume Trend (10d)
-29.7%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
11.84 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -138 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ACST saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.48%. Area support terdekat berada di sekitar Rp84, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp88.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 88 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 97, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 84 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal

Sebagian besar investor membangun portofolio dengan alokasi modal: 60% saham, 40% obligasi, misalnya. Pendekatan ini disebut equal dollar weighting — setiap aset mendapat porsi uang tertentu. Namun, Ray Dalio — pendiri Bridgewater Associates, hedge fund terbesar di dunia — berpendapat bahwa cara ini keliru. Menurut Dalio, yang harus diseimbangkan bukanlah jumlah uang, melainkan kontribusi risiko dari setiap aset. Inilah inti dari Risk Parity: portofolio di mana setiap kelas aset memberikan kontribusi risiko yang sama (parity) terhadap total risiko portofolio. Artikel ini akan membahas filosofi Risk Parity, bagaimana penerapannya dalam portofolio All Weather milik Dalio, serta kelebihan dan kekurangannya untuk investor ritel. Siapa Ray Dalio dan Mengapa Pendapatnya Penting? Ray Dalio adalah pendiri Bridgewater Associates, yang didirikan pada 1975. Di bawah kepemimpinannya, Bridgewater tumbuh menjadi hedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  2. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  3. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  4. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  5. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  6. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  7. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  8. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  9. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  10. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham

TradingView Chart - ACST