Update: Jumat, 11 September 2026

GPRA

PT. Perdana Gapuraprima Tbk.

Rp 105
+0.96%
Volume
1.280.494 lot
MA 5
106
MA 20
109
RSI
41.67
High
106
Low
101
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.42%
Support (10d)
101
Resistance (10d)
115
Volume Trend (10d)
-2.4%
Score
40
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
0.96 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (41.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 48.570 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GPRA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp101, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp115.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 101, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba

Bayangkan Anda sedang mengevaluasi dua perusahaan. Perusahaan A melaporkan laba bersih naik 150% dalam setahun. Luar biasa! Perusahaan B melaporkan laba bersih turun 40%. Membosankan. Anda langsung tertarik pada Perusahaan A. Namun setelah diselidiki, ternyata kenaikan laba Perusahaan A 100% berasal dari keuntungan pembebasan lahan oleh pemerintah (kompensasi satu kali). Bisnis intinya justru stagnan. Sementara Perusahaan B mengalami penurunan laba karena sekali saja membayar denda settle kasus hukum yang sudah berakhir—bisnis intinya tetap sehat. Siapa yang sebenarnya lebih baik? Jawabannya tergantung pada seberapa besar extraordinary items (pos luar biasa) mempengaruhi laba. Artikel ini akan membahas secara khusus rasio extraordinary items terhadap laba, bagaimana menghitungnya, mengapa rasio ini sangat penting untuk menilai kualitas laba, serta bagaimana membedakan antara kejutan positif yang tidak berkelanjutan dan kemunduran sementara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  4. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang
  5. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  6. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  7. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  8. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  9. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  10. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading

TradingView Chart - GPRA