Update: Jumat, 5 Juni 2026

MTLA

PT. Metropolitan Land Tbk.

Rp 510
0.00%
Volume
416 lot
MA 5
510
MA 20
510
RSI
100.00
High
510
Low
488
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.37%
Support (10d)
440
Resistance (10d)
520
Volume Trend (10d)
+250.5%
Score
25
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-13.56 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MTLA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 100.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp440, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp520.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 418 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi

Seorang investor melihat laporan laba rugi sebuah emiten. Laba bersih naik 80% dibanding tahun lalu. Luar biasa! Namun setelah diselidiki lebih dalam, kenaikan laba tersebut ternyata berasal dari penjualan anak perusahaan (gain on divestiture) sebesar Rp200 miliar. Bisnis inti perusahaan justru mengalami penurunan laba operasi 10%. Harga saham yang semula naik karena "kabar baik" kemudian anjlok ketika pasar menyadari bahwa kinerja sesungguhnya memburuk. Inilah jebakan yang paling sering dialami investor pemula: tertipu oleh pos-pos luar biasa (non-recurring items) yang tidak mencerminkan kinerja berkelanjutan perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang analisis non-recurring items, bagaimana membedakan pendapatan dan beban inti (core) versus non-inti (non-core), serta teknik menormalkan laba untuk mendapatkan gambaran kinerja bisnis yang sesungguhnya. Apa Itu Non-Recurring Items? Non-recurring items adalah pos-pos pendapatan atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  2. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  3. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  4. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  5. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  6. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  7. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  8. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  9. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  10. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick

TradingView Chart - MTLA