Update: Jumat, 17 Juli 2026

ADHI

PT. Adhi Karya (Persero) Tbk.

Rp 166
+1.22%
Volume
28.149 lot
MA 5
163
MA 20
157
RSI
62.22
High
167
Low
164
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.71%
Support (10d)
146
Resistance (10d)
167
Volume Trend (10d)
+74.4%
Score
75
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
15.28 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (62.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.612 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ADHI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 62.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.71%. Area support terdekat berada di sekitar Rp146, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp167.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 166 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 191 - 208 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 158 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading

Dalam dunia saham, ada satu momen yang rasanya begitu familiar bagi hampir setiap trader: Anda baru saja mengalami kerugian besar. Pikiran panas. Wajah terasa merah. Lalu tanpa berpikir panjang, Anda langsung membuka posisi baru yang lebih besar dari sebelumnya. Tujuannya satu: balas dendam. Inilah yang disebut dengan revenge trading, atau over-trading karena nafsu balas dendam. Perilaku ini adalah salah satu penyebab tercepat hancurnya akun trading, bahkan lebih cepat dari analisis yang buruk sekalipun. Apa Itu Revenge Trading? Revenge trading adalah tindakan membuka posisi berulang kali, biasanya dengan ukuran yang semakin besar, setelah mengalami kerugian. Tujuannya bukan lagi untuk mengikuti analisis atau rencana trading, melainkan semata-mata untuk "mengambil kembali" uang yang telah hilang. Trader yang sedang dalam mode balas dendam tidak peduli dengan sinyal teknis, fundamental,...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  2. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  3. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  4. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  5. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  6. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  7. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  8. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  9. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  10. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem

TradingView Chart - ADHI