Update: Kamis, 20 Agustus 2026

HRME

PT. Menteng Heritage Realty Tbk.

Rp 43
-2.27%
Volume
11.235 lot
MA 5
43
MA 20
43
RSI
55.56
High
43
Low
42
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.39%
Support (10d)
41
Resistance (10d)
45
Volume Trend (10d)
-26.4%
Score
60
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-2.27 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HRME saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp41, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp45.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 44 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 47 - 49 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 40 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Impulse Wave (lima gelombang penggerak utama), kini saatnya mengenal sisi lain dari Elliott Wave Theory: Corrective Wave – tiga gelombang yang bergerak berlawanan dengan tren utama, diberi label A, B, dan C. Jika Impulse Wave adalah "otot" yang mendorong harga ke arah tren utama, maka Corrective Wave adalah "nafas" di antara dorongan-dorongan tersebut. Memahami struktur gelombang korektif sama pentingnya dengan memahami gelombang impulsif, karena di sinilah trader sering terjebak. Corrective Wave sering kali lebih kompleks, lebih berliku, dan lebih sulit diidentifikasi dibandingkan Impulse Wave. Namun, dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat mengenali di mana koreksi dimulai, di mana ia berakhir, dan kapan harus bersiap untuk gelombang impulsif berikutnya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Corrective Wave (gelombang...

Artikel menarik lainnya:

  1. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  2. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  3. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  4. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  5. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  6. Rasio Dividend Coverage: Seberapa Aman Dividen Perusahaan Anda?
  7. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  8. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  9. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  10. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"

TradingView Chart - HRME