Update: Selasa, 6 Oktober 2026

HRME

PT. Menteng Heritage Realty Tbk.

Rp 41
+2.50%
Volume
126.945 lot
MA 5
39
MA 20
42
RSI
41.18
High
45
Low
39
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.39%
Support (10d)
34
Resistance (10d)
51
Volume Trend (10d)
+975.4%
Score
70
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
7.89 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (41.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.708 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HRME saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp34, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp51.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 42 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 45 - 47 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 38 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir

Dalam dunia bisnis, ada sebuah pepatah lama yang berbunyi: "Revenue is vanity, profit is sanity, but cash is reality." Pendapatan bisa dibanggakan, laba menunjukkan kewarasan, tetapi uang tunai adalah kenyataan yang sesungguhnya. Pertanyaannya: Seberapa cepat sebuah perusahaan mengubah uangnya yang diinvestasikan ke operasional menjadi uang tunai kembali? Jawabannya terletak pada Cash Conversion Cycle (CCC) atau Siklus Konversi Kas. Metrik ini merupakan salah satu indikator paling komprehensif untuk menilai efisiensi modal kerja dan manajemen arus kas sebuah perusahaan. Artikel ini akan membahas CCC secara mendalam dan bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. Apa Itu Cash Conversion Cycle (CCC)? CCC mengukur berapa hari yang dibutuhkan sebuah perusahaan untuk mengubah investasinya dalam persediaan dan piutang menjadi uang tunai dari penjualan. Singkatnya, CCC adalah jarak waktu antara perusahaan membayar pemasok...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  2. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  3. Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda
  4. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  5. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  6. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  7. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  8. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  9. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  10. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang

TradingView Chart - HRME