Update: Senin, 6 Juli 2026

OMRE

PT. Indonesia Prima Property Tbk

Rp 1.070
-0.93%
Volume
8 lot
MA 5
1.035
MA 20
1.023
RSI
59.18
High
1.080
Low
1.005
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
5.74%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
1.200
Volume Trend (10d)
-53.5%
Score
80
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
25.15 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (59.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham OMRE saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 59.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.200.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.070 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.231 - 1.338 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.017 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak

Dalam dunia investasi saham, banyak pemula terpaku pada satu angka: laba bersih. Mereka melihat laba naik, lalu membeli. Laba turun, lalu menjual. Namun investor veteran dan para legenda seperti Warren Buffett memiliki fokus yang berbeda. Mereka tahu bahwa laba bisa dimanipulasi, direkayasa, dan diatur sedemikian rupa. Ada satu metrik yang lebih jujur, lebih sulit dimanipulasi, dan lebih mencerminkan kesehatan sebenarnya dari sebuah perusahaan. Metrik itu adalah Free Cash Flow (FCF) atau Arus Kas Bebas. Pepatah lama di Wall Street berbunyi: "Earnings are an opinion, but cash is a fact." (Laba adalah opini, tetapi uang tunai adalah fakta). Artikel ini akan membahas mengapa FCF disebut sebagai raja dalam analisis fundamental, dan bagaimana Anda sebagai investor bisa menggunakannya untuk menemukan saham-saham berkualitas. Apa Itu Free Cash Flow...

Artikel menarik lainnya:

  1. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  2. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  3. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  4. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  5. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  6. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  7. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  8. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  9. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  10. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren

TradingView Chart - OMRE