Update: Rabu, 10 Juni 2026

OMRE

PT. Indonesia Prima Property Tbk

Rp 1.010
+5.76%
Volume
103 lot
MA 5
998
MA 20
932
RSI
55.76
High
1.035
Low
830
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
6.65%
Support (10d)
760
Resistance (10d)
1.375
Volume Trend (10d)
+410.6%
Score
80
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
13.48 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham OMRE saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp760, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.375.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.010 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.162 - 1.263 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 960 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham

Seorang investor mencoba memproyeksikan laba perusahaan tambang batu bara. Harga batu bara sulit diprediksi, nilai tukar rupiah berfluktuasi, volume produksi tergantung cuaca, dan biaya operasional bisa naik kapan saja. Ia membuat satu proyeksi "base case" dengan asumsi harga batu bara Rp1,5 juta per ton dan kurs Rp15.000 per dolar. Hasilnya: laba naik 25% tahun depan. Ia pun membeli saham. Namun enam bulan kemudian, harga batu bara turun menjadi Rp1,2 juta dan kurs melemah ke Rp16.000. Laba perusahaan anjlok 40%. Harga saham ikut terperosok. Investor itu kebingungan: "Bukankah proyeksi saya menunjukkan kenaikan laba?" Masalahnya: ia hanya membuat satu skenario — satu titik di ruang kemungkinan yang tak terbatas. Dunia nyata tidak berjalan dalam satu garis lurus. Analisis Monte Carlo adalah solusi untuk masalah ini. Dengan menjalankan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  2. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  3. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  4. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  5. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  6. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  7. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  8. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  9. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  10. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir

TradingView Chart - OMRE