Update: Jumat, 11 September 2026

OMRE

PT. Indonesia Prima Property Tbk

Rp 935
-3.61%
Volume
75 lot
MA 5
997
MA 20
977
RSI
43.08
High
985
Low
865
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.57%
Support (10d)
865
Resistance (10d)
1.100
Volume Trend (10d)
+154.1%
Score
65
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-13.43 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (43.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham OMRE saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp865, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.100.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 954 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.029 - 1.075 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 870 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator dirancang untuk mengikuti harga atau mengukur momentum setelah pergerakan terjadi. Namun, ada satu indikator yang unik karena ia mengukur berapa lama harga telah mencapai titik tertinggi atau terendah dalam periode tertentu. Indikator itu adalah Aroon. Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Nama "Aroon" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "fajar" atau "awal dari sesuatu". Nama ini dipilih karena indikator ini dirancang untuk mendeteksi awal dari sebuah tren baru – seperti fajar yang menandai awal dari hari baru. Aroon berbeda dari indikator lain karena ia tidak menggunakan harga penutupan (close) secara langsung. Ia hanya menghitung berapa lama sejak harga mencapai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam periode tertentu. Semakin baru titik ekstrem tersebut, semakin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  2. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  3. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  4. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  5. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  6. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  7. Mengendalikan Euforia saat Pasar Bullish Ekstrem: Saat Bahagia Justru Berbahaya
  8. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  9. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  10. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal

TradingView Chart - OMRE