Update: Jumat, 22 Mei 2026

OMRE

PT. Indonesia Prima Property Tbk

Rp 780
-7.14%
Volume
278 lot
MA 5
837
MA 20
887
RSI
25.00
High
780
Low
780

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.10%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
990
Volume Trend (10d)
+163.0%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
4.70 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.0) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham OMRE saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.10%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp990.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 990 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.089, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 0 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri

Tidak semua bahaya dalam trading datang dari pasar yang bergerak liar. Justru sebaliknya, kadang-kadang bahaya terbesar datang dari pasar yang tidak bergerak sama sekali. Pasar sideways. Harga bergerak sempit naik turun 0,5 persen. Tidak ada breakout. Tidak ada setup yang jelas. Volume tipis. Hari terasa berjalan lambat. Menit terasa seperti jam. Layar terasa membosankan. Dan di situlah masalah dimulai. Trader yang bosan mulai "mencari-cari kesibukan." Membuka posisi kecil di saham yang tidak direncanakan. Melakukan transaksi hanya karena ingin "merasakan" pasar. Membeli dan menjual saham yang sama beberapa kali dalam sehari tanpa alasan analitis yang jelas. Inilah yang disebut overtrading akibat boredom—trading berlebihan bukan karena peluang bagus, tetapi karena kebosanan. Ini adalah salah satu penyebab kerugian trader ritel yang paling tidak disadari. Tidak dramatis seperti revenge...

Artikel menarik lainnya:

  1. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  2. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  3. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  4. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  5. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  6. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  7. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  8. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  9. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  10. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik

TradingView Chart - OMRE