Update: Jumat, 22 Mei 2026

ADRO

PT. Alamtri Resources Indonesia Tbk.

Rp 2.350
+6.33%
Volume
542.342 lot
MA 5
2.316
MA 20
2.455
RSI
44.94
High
2.350
Low
2.200

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.86%
Support (10d)
2.140
Resistance (10d)
2.600
Volume Trend (10d)
+101.1%
Score
60
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-2.89 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 282.404 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ADRO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.140, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.600.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 2.397 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 2.585 - 2.703 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 2.186 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar

Dalam dunia analisis teknikal saham, banyak trader hanya berfokus pada harga dan volume standar. Namun, ada alat yang lebih tajam untuk membedah pertarungan sesungguhnya antara pembeli dan penjual: Cumulative Volume Delta (CVD) dan konsep Delta Divergence. Jika Anda ingin memahami mengapa harga naik tapi sebenarnya kelemahan sedang terjadi, atau mengapa harga turun tapi justru ada sinyal pembelian besar, maka artikel ini wajib Anda baca. Apa Itu Volume Delta? Sebelum memahami CVD, kita harus paham dulu apa itu Volume Delta. Dalam setiap candlestick, terjadi transaksi jual dan beli. Volume Delta adalah selisih antara volume yang terjadi di bid price (tekanan jual) dan volume di ask price (tekanan beli). Rumus sederhananya: Delta = Volume Ask (Beli Aktif) – Volume Bid (Jual Aktif) Delta Positif (+) :...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  2. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  3. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  4. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  5. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  6. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang
  7. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  8. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  9. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  10. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal

TradingView Chart - ADRO