Update: Rabu, 10 Juni 2026

ADRO

PT. Alamtri Resources Indonesia Tbk.

Rp 2.300
+2.22%
Volume
604.394 lot
MA 5
2.246
MA 20
2.337
RSI
40.91
High
2.340
Low
2.200
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.17%
Support (10d)
2.110
Resistance (10d)
2.360
Volume Trend (10d)
-44.2%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-8.73 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 17.178 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ADRO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.17%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.110, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.360.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 2.346 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 2.530 - 2.645 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 2.139 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi

Dalam analisis teknikal, terdapat sebuah fenomena yang dikenal oleh para trader berpengalaman: sebelum pergerakan harga yang besar, seringkali terjadi periode ketenangan. Harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit, volume menurun, dan pasar tampak "tertidur". Fenomena ini dikenal sebagai The Compression Pattern (atau sering disebut Volatility Squeeze atau Coil Pattern). Compression Pattern adalah kondisi di mana rentang harga (high-low) terus menyempit dari waktu ke waktu, menciptakan pola segitiga yang meruncing. Pasar seperti pegas yang ditekan—semakin kuat tekanan, semakin eksplosif pelepasan energinya. Ketika kompresi mencapai titik puncaknya, harga akan "meledak" keluar dalam suatu pergerakan besar yang disebut ekspansi (expansion). Bagi trader yang memahami pola ini, compression adalah periode persiapan—bukan untuk entry, melainkan untuk bersiap menangkap breakout ketika harga akhirnya bergerak. Karakteristik Compression Pattern Compression Pattern adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  2. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  3. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  4. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  5. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  6. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  7. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  8. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  9. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  10. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai

TradingView Chart - ADRO