Update: Jumat, 10 Juli 2026

PRAY

PT. Famon Awal Bros Sedaya Tbk.

Rp 685
+4.58%
Volume
268 lot
MA 5
681
MA 20
678
RSI
46.75
High
720
Low
680
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.98%
Support (10d)
635
Resistance (10d)
825
Volume Trend (10d)
+58.9%
Score
65
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-2.14 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -11 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PRAY saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp635, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp825.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 699 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 754 - 788 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 637 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss

Dalam dunia trading saham, banyak sekali indikator teknikal yang digunakan untuk mengenali pola, tren, atau sinyal beli dan jual. Mulai dari Moving Average, RSI, MACD, hingga Bollinger Bands. Namun, ada satu indikator yang kerap dianggap unik karena fungsinya tidak untuk mencari pola. Indikator itu adalah ATR (Average True Range). ATR tidak pernah memberi tahu Anda apakah harga saham akan naik, turun, atau sideways. ATR tidak menghasilkan garis support-resistance dinamis, dan tidak memberikan sinyal overbought atau oversold. Lalu, untuk apa ATR digunakan? Jawabannya sederhana: ATR dirancang khusus untuk mengelola volatilitas dan menentukan stop loss yang adaptif. Apa Itu ATR (Average True Range)? Dikembangkan oleh Welles Wilder (tokoh di balik RSI dan Parabolic SAR), ATR mengukur seberapa besar pergerakan harga suatu saham dalam periode tertentu. Wilder...

Artikel menarik lainnya:

  1. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  2. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  3. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  4. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  5. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  6. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  7. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  8. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  9. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  10. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat

TradingView Chart - PRAY