Update: Rabu, 10 Juni 2026

TFCO

PT. Tifico Fiber Indonesia Tbk.

Rp 605
-7.63%
Volume
2 lot
MA 5
624
MA 20
627
RSI
51.16
High
605
Low
605
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.53%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
660
Volume Trend (10d)
-23.5%
Score
30
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-31.64 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TFCO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp660.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 0 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader

Pernahkah Anda melihat sebuah saham tiba-tiba berhenti naik meskipun permintaan beli sangat besar? Atau Anda mencoba menjual saham yang harganya jatuh, tetapi order Anda ditolak sistem? Itulah yang disebut dengan Auto Rejection – mekanisme perlindungan otomatis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencegah pergerakan harga yang terlalu ekstrem. Dalam sistem perdagangan saham di Indonesia, dikenal dua batasan utama: ARA (Auto Rejection Atas) untuk batas kenaikan, dan ARB (Auto Rejection Bawah) untuk batas penurunan. Memahami kedua mekanisme ini sangat penting, terutama bagi pemula yang baru belajar trading. Tanpa pemahaman ini, Anda bisa salah membaca situasi, panik, atau bahkan kehilangan peluang. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu auto rejection, bagaimana cara kerja ARA dan ARB, berapa persen batasannya, saham apa saja yang terkena, serta strategi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  2. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  3. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  4. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  5. Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda
  6. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor
  7. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  8. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  9. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  10. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah

TradingView Chart - TFCO