Update: Selasa, 15 September 2026

AGRS

PT. Bank IBK Indonesia Tbk.

Rp 60
0.00%
Volume
21.394 lot
MA 5
61
MA 20
61
RSI
50.00
High
61
Low
59
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.24%
Support (10d)
59
Resistance (10d)
68
Volume Trend (10d)
+55.3%
Score
45
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-3.23 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 635 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AGRS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp59, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp68.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 59, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham

Di tengah hiruk-pikuk analisis teknikal, rasio PER, dan PBV, ada satu metode valuasi yang tergolong "kuno" namun terbukti tangguh dalam kondisi pasar tertentu. Metode ini dikenal dengan nama Net-Net Stock atau pendekatan Price to NCAV (Net Current Asset Value). Bagi investor yang menyukai pendekatan deep value (nilai ekstrem), strategi ini seperti memburu barang diskon besar-besaran di pasar saham. Apa Itu NCAV? NCAV adalah singkatan dari Net Current Asset Value atau Nilai Aset Lancar Bersih. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh legenda investasi Benjamin Graham, yang juga dikenal sebagai ayah dari value investing dan mentor Warren Buffett. Rumus sederhana NCAV adalah: NCAV = Aset Lancar – Total Kewajiban Dengan kata lain, NCAV menghitung berapa nilai yang tersisa jika perusahaan melikuidasi semua aset lancarnya (kas, piutang, persediaan)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  2. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  3. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  4. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  5. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  6. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  7. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  8. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  9. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  10. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah

TradingView Chart - AGRS