Update: Jumat, 22 Mei 2026

AGRS

PT. Bank IBK Indonesia Tbk.

Rp 62
0.00%
Volume
43.076 lot
MA 5
63
MA 20
68
RSI
10.00
High
63
Low
60

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.44%
Support (10d)
60
Resistance (10d)
70
Volume Trend (10d)
-33.2%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-11.43 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (10.0) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.101 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AGRS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 10.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.44%. Area support terdekat berada di sekitar Rp60, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp70.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 63 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 68 - 71 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 58 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi

Dalam dunia saham, sektor teknologi dan perusahaan digital sering kali menjadi primadona karena pertumbuhannya yang eksponensial. Namun, dibalik kisah sukses yang gemilang, banyak juga perusahaan teknologi yang bangkrut dalam diam karena satu kesalahan fundamental: mereka menghabiskan terlalu banyak uang untuk mendapatkan pelanggan, tetapi setiap pelanggan hanya bertahan sebentar dan menghasilkan sedikit pendapatan. Di sinilah analisis Customer Acquisition Cost (CAC) dan Lifetime Value (LTV) menjadi sangat penting. Ini adalah dua metrik yang paling jujur tentang kesehatan model bisnis sebuah perusahaan digital, jauh sebelum laporan laba rugi menunjukkan warna sebenarnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu CAC dan LTV, mengapa rasio keduanya adalah penentu utama kesuksesan jangka panjang, serta bagaimana investor saham bisa menggunakannya untuk memisahkan emas dari sampah di sektor teknologi. Apa Itu Customer...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  2. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  3. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  4. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  5. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  6. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  7. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  8. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  9. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  10. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan

TradingView Chart - AGRS