Update: Kamis, 20 Agustus 2026

AGRS

PT. Bank IBK Indonesia Tbk.

Rp 61
0.00%
Volume
59.246 lot
MA 5
61
MA 20
61
RSI
44.44
High
62
Low
61
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.04%
Support (10d)
59
Resistance (10d)
64
Volume Trend (10d)
-43.9%
Score
40
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
3.39 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.018 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AGRS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp59, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp64.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 59, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham

Pasar saham tidak pernah benar-benar tidur. Mulai dari berita korporasi setelah jam tutup, laporan laba sebelum pasar buka, hingga pergerakan futures di akhir pekan. Banyak investor merasa harus selalu on — terus memantau, terus memperbarui, terus waspada. Namun ada satu strategi yang paling diremehkan namun paling terbukti menjaga kesehatan mental investor jangka panjang: mengambil libur total dari pasar saham secara berkala. Artikel ini bukan tentang hari libur bursa resmi seperti hari raya atau tahun baru. Ini tentang market holiday yang Anda ciptakan sendiri — waktu sengaja di mana Anda tidak membaca berita pasar, tidak membuka grafik, tidak mengecek portofolio, dan tidak melakukan transaksi apapun. Mengapa Investor Sulit Mengambil Libur dari Pasar? Sebelum membahas manfaatnya, kita harus memahami mengapa begitu banyak orang merasa bersalah atau cemas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  2. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  3. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  4. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  5. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  6. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  7. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  8. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  9. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  10. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan

TradingView Chart - AGRS