Update: Senin, 5 Oktober 2026

AGRS

PT. Bank IBK Indonesia Tbk.

Rp 59
+3.51%
Volume
7.959 lot
MA 5
58
MA 20
59
RSI
47.06
High
59
Low
57
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.74%
Support (10d)
53
Resistance (10d)
63
Volume Trend (10d)
-6.7%
Score
55
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-3.28 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.356 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AGRS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp53, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp63.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 63 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 69, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 53 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar

Dalam investasi saham, tidak semua pergerakan harga diciptakan sama. Ada saham yang bergerak liar naik turun setiap hari (volatilitas tinggi), ada pula yang cenderung stabil (volatilitas rendah). Banyak investor pemula secara tidak sadar memberikan bobot yang sama pada saham-saham ini, atau bahkan lebih parahnya — mengalokasikan dana terbesar ke saham yang paling bergejolak karena tergiur potensi keuntungan cepat. Metode Volatility Weighting hadir sebagai pendekatan alokasi yang lebih cerdas: Anda memberikan porsi lebih kecil pada aset yang berisiko tinggi, dan porsi lebih besar pada aset yang lebih stabil. Tujuannya adalah untuk mencapai risiko portofolio yang seimbang, bukan sekadar nilai nominal yang seimbang. Apa Itu Volatility Weighting? Volatility Weighting (juga dikenal sebagai Risk-Weighting atau Volatility Targeting) adalah strategi alokasi di mana ukuran posisi setiap saham berbanding terbalik...

Artikel menarik lainnya:

  1. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  2. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  3. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  4. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  5. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  6. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  7. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  8. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  9. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  10. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio

TradingView Chart - AGRS