Update: Jumat, 23 Oktober 2026

AKRA

PT. AKR Corporindo Tbk.

Rp 1.390
+5.30%
Volume
386.166 lot
MA 5
1.276
MA 20
1.412
RSI
42.03
High
1.405
Low
1.335
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.21%
Support (10d)
1.165
Resistance (10d)
1.510
Volume Trend (10d)
+193.2%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-7.95 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -170.741 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AKRA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.21%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.165, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.165, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang

Dalam dunia investasi saham, kita sering mendengar istilah beta. Beta mengukur seberapa sensitif pergerakan saham terhadap pasar. Namun, tahukah Anda bahwa beta yang terlihat di layar aplikasi trading Anda sebenarnya adalah levered beta – beta yang sudah tercampur dengan efek utang perusahaan? Para investor cerdas perlu memahami perbedaan antara unlevered beta (beta tanpa utang) dan levered beta (beta dengan utang). Memisahkan keduanya akan membantu Anda menilai risiko murni dari bisnis perusahaan, terlepas dari bagaimana perusahaan mendanai operasinya. Artikel ini akan membedah kedua konsep ini, cara menghitungnya, serta bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. Apa Itu Levered Beta (βL)? Levered beta adalah beta yang secara normal kita lihat di platform saham. Ia mencerminkan total risiko sistematis dari sebuah saham, yang terdiri dari dua komponen: Risiko bisnis (business...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  2. Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda
  3. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  4. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  5. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  6. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  7. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  8. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  9. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  10. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar

TradingView Chart - AKRA