Update: Senin, 12 Oktober 2026

HOMI

PT. Grand House Mulia Tbk.

Rp 238
-3.25%
Volume
13.970 lot
MA 5
244
MA 20
245
RSI
44.00
High
252
Low
234
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.25%
Support (10d)
224
Resistance (10d)
262
Volume Trend (10d)
-22.2%
Score
40
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
11.21 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 280 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HOMI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.25%. Area support terdekat berada di sekitar Rp224, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp262.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 224, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan

Setelah mempelajari berbagai pola satu candlestick seperti Hammer, Hanging Man, dan Shooting Star, kini saatnya mengenal satu pola bullish yang seringkali terlewatkan oleh trader pemula: Inverted Hammer (Bullish). Jika Hammer adalah "palu" normal dengan gagang panjang di bawah, maka Inverted Hammer adalah kebalikannya—gagang panjang menjulang ke atas, tubuh kecil di bawah. Bentuknya memang mirip dengan Shooting Star (bearish), namun maknanya sama sekali berbeda karena posisinya yang unik. Dalam analisa teknikal saham, Inverted Hammer adalah salah satu sinyal pembalikan bullish yang paling underrated. Ia sering muncul di momen-momen kritis ketika pasar sedang "mencari dasar" setelah jatuh panjang. Apa Itu Inverted Hammer (Bullish)? Secara visual, Inverted Hammer terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  2. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  3. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  4. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  5. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  6. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  7. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  8. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  9. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  10. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham

TradingView Chart - HOMI