Update: Senin, 5 Oktober 2026

ALMI

PT. Alumindo Light Metal Industry Tbk.

Rp 74
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
74
MA 20
74
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Ascending Triangle (bullish) dan Descending Triangle (bearish), kini saatnya mengenal pola segitiga yang paling netral namun paling sering muncul: Symmetrical Triangle. Symmetrical Triangle adalah pola yang unik karena ia tidak memihak arah tertentu. Ia bisa menjadi pola kelanjutan (continuation) maupun pola pembalikan (reversal), tergantung pada arah breakout yang terjadi. Inilah yang membuatnya menarik sekaligus menantang: ia memberikan peluang di kedua arah, tetapi trader harus sabar menunggu sinyal yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Symmetrical Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif untuk memanfaatkan kedua kemungkinan arah breakout. Apa Itu Symmetrical Triangle? Symmetrical Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang saling...

Artikel menarik lainnya:

  1. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  2. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  3. Analisis Precedent Transaction: Menilai Saham dari Harga Akuisisi Perusahaan Sejenis
  4. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  5. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  6. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  7. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  8. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  9. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  10. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan

TradingView Chart - ALMI