Update: Senin, 6 Juli 2026

ALMI

PT. Alumindo Light Metal Industry Tbk.

Rp 74
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
74
MA 20
74
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri

Pernahkah Anda mengalami situasi seperti ini: Anda membeli sebuah saham, lalu beberapa minggu kemudian harga saham tersebut turun. Namun alih-alih menganggapnya sebagai sinyal bahaya, Anda justru bersikap defensif. Anda membela saham itu di forum diskusi, mencari-cari alasan mengapa penurunan hanya sementara, dan mengabaikan berita negatif yang muncul. Orang lain yang menjual saham itu Anda anggap "tidak sabar" atau "kurang paham". Selamat, Anda mungkin sedang mengalami yang namanya efek endowment—fenomena psikologis di mana seseorang menilai aset yang dimilikinya jauh lebih berharga daripada nilai pasarnya yang sebenarnya. Apa Itu Efek Endowment? Efek endowment pertama kali diidentifikasi oleh Richard Thaler, ekonom perilaku peraih Nobel. Fenomena ini menjelaskan kecenderungan manusia untuk melebih-lebihkan nilai suatu barang hanya karena barang tersebut adalah miliknya. Dalam konteks saham, investor cenderung menilai saham yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  2. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  3. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  4. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  5. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  6. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  7. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  8. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  9. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  10. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?

TradingView Chart - ALMI