Update: Selasa, 9 Juni 2026

SOTS

PT. Satria Mega Kencana Tbk.

Rp 605
+19.80%
Volume
12.094 lot
MA 5
587
MA 20
783
RSI
33.52
High
630
Low
486
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.72%
Support (10d)
486
Resistance (10d)
985
Volume Trend (10d)
+79.7%
Score
60
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-48.07 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.033 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SOTS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.72%. Area support terdekat berada di sekitar Rp486, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp985.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 617 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 666 - 696 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 563 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham

Dalam dunia saham, investor sering kali terpaku pada laba bersih atau pendapatan per saham (EPS). Namun, ada dua pos penting dalam laporan keuangan yang kerap luput dari perhatian padahal sangat berdampak pada kualitas laba dan arus kas: Depresiasi dan Amortisasi. Memahami keduanya adalah keterampilan kunci untuk menilai apakah sebuah saham overvalued atau justru undervalued. 1. Depresiasi vs. Amortisasi: Apa Bedanya? Depresiasi adalah alokasi biaya perolehan aset berwujud (tangible) seperti mesin pabrik, kendaraan, gedung, dan peralatan IT. Contoh: truk logistik yang nilainya turun setiap tahun karena pemakaian. Amortisasi adalah alokasi biaya aset tidak berwujud (intangible) seperti hak paten, merek dagang, lisensi, dan perangkat lunak. Contoh: biaya akuisisi merek minuman yang diamortisasi selama 10 tahun. Keduanya adalah biaya non-kas. Artinya, perusahaan mencatatnya sebagai beban di laporan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  2. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  3. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted
  4. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  5. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  6. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  7. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  8. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  9. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  10. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

TradingView Chart - SOTS