Update: Kamis, 8 Oktober 2026

SOTS

PT. Satria Mega Kencana Tbk.

Rp 590
-5.60%
Volume
6.915 lot
MA 5
593
MA 20
569
RSI
48.62
High
620
Low
565
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.98%
Support (10d)
450
Resistance (10d)
675
Volume Trend (10d)
+271.3%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-4.84 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -844 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SOTS saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp450, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp675.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 450, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun

Anda membeli saham di harga 1.000 rupiah. Sekarang harganya 600 rupiah. Anda sudah rugi 40 persen. Logika berkata: "Saya harus mengevaluasi apakah saham ini masih bagus. Jika fundamentalnya rusak, lebih baik jual. Jika masih bagus, bisa tahan atau bahkan tambah." Tapi suara lain di kepala Anda berkata: "Saya sudah rugi 40 persen. Tidak mungkin saya jual sekarang. Saya tunggu sampai kembali ke 1.000, baru saya jual. Saya tidak mau rugi." Suara kedua itu adalah sunk cost fallacy—kekeliruan berpikir di mana Anda membiarkan biaya yang sudah tidak dapat kembali (sunk cost) mempengaruhi keputusan Anda saat ini dan di masa depan. Dalam bahasa sederhana: Anda menahan saham yang seharusnya dijual hanya karena Anda sudah terlanjur rugi besar. Ini adalah salah satu jebakan psikologis paling merusak dalam investasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  2. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  3. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  4. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  5. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  6. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  7. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  8. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  9. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  10. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan

TradingView Chart - SOTS