Update: Senin, 5 Oktober 2026

NIKL

PT. Pelat Timah Nusantara Tbk.

Rp 189
+0.53%
Volume
34.065 lot
MA 5
188
MA 20
211
RSI
20.63
High
193
Low
186
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.86%
Support (10d)
179
Resistance (10d)
218
Volume Trend (10d)
-78.8%
Score
50
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-6.44 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (20.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.189 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NIKL saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp179, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp218.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 179, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang sangat populer karena kemampuannya menggabungkan konsep volatilitas, support/resistance dinamis, dan overbought/oversold dalam satu tampilan. Indikator itu adalah Bollinger Bands (Pita Bollinger). Bollinger Bands dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang mengelilingi pergerakan harga, membentuk seperti pita. Keunikan Bollinger Bands adalah lebarnya yang berubah-ubah mengikuti volatilitas pasar – ketika volatilitas tinggi, pita melebar; ketika volatilitas rendah, pita menyempit. Bollinger Bands memiliki tiga pola paling terkenal yang wajib dikuasai setiap trader: Squeeze (perubahan volatilitas), Walking the Band (trend kuat), dan Double Bottom di Lower Band (pola reversal). Artikel ini akan membahas ketiganya secara lengkap. Apa Itu Bollinger Bands? Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari tiga garis: Komponen Parameter Standar Warna...

Artikel menarik lainnya:

  1. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  2. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  3. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  4. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  5. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  6. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  7. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  8. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  9. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  10. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis

TradingView Chart - NIKL