Update: Jumat, 22 Mei 2026

NIKL

PT. Pelat Timah Nusantara Tbk.

Rp 252
-0.79%
Volume
139.939 lot
MA 5
279
MA 20
320
RSI
46.33
High
258
Low
224

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.95%
Support (10d)
224
Resistance (10d)
510
Volume Trend (10d)
+91.6%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-10.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (46.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.715 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NIKL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp224, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 213 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor

Di dunia investasi saham, istilah margin trading sering kali terdengar menggiurkan. Banyak cerita sukses tentang trader yang meraup keuntungan besar dalam waktu singkat berkat fasilitas ini. Namun, di sisi lain, margin trading juga menjadi pemicu kerugian fantastis yang membuat investor kehilangan seluruh modalnya, bahkan berutang. Apa sebenarnya margin trading? Mengapa disebut sebagai pisau bermata dua? Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, mekanisme, serta berbagai kelebihan dan bahaya yang menyertainya. Apa Itu Margin Trading? Margin trading adalah kegiatan membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman dari perusahaan sekuritas (broker). Dalam skema ini, Anda hanya perlu menyediakan sejumlah dana sendiri (disebut margin awal), sedangkan sisanya dipinjamkan oleh broker. Ilustrasi sederhana: Anda ingin membeli saham senilai Rp100 juta. Dengan margin trading, Anda cukup menyetor, misalnya, 50% atau Rp50 juta...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  2. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  3. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  4. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  5. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  6. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  7. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  8. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  9. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  10. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader

TradingView Chart - NIKL