Update: Jumat, 24 Juli 2026

AMAR

PT. Bank Amar Indonesia Tbk.

Rp 208
-0.95%
Volume
1.136 lot
MA 5
208
MA 20
205
RSI
53.85
High
210
Low
206
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.22%
Support (10d)
202
Resistance (10d)
210
Volume Trend (10d)
-59.5%
Score
50
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
5.05 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -219 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMAR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp202, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp210.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 202, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar

Dalam analisis fundamental saham, dua rasio profitabilitas yang paling sering digunakan adalah Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Namun secara konsep dan interpretasi, keduanya sangat berbeda. Investor yang tidak memahami perbedaan ini bisa salah mengambil keputusan. Sebuah perusahaan dengan ROE tinggi belum tentu sehat, dan perusahaan dengan ROA rendah belum tentu buruk. Artikel ini akan membahas tuntas perbedaan, kelebihan, kekurangan, serta cara menggunakan ROA dan ROE secara bijak. Apa Itu Return on Asset (ROA)? ROA mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. Aset meliputi semua kekayaan perusahaan, baik yang berasal dari utang maupun dari modal sendiri. Rumus ROA: ROA = Laba Bersih / Total Aset ×...

Artikel menarik lainnya:

  1. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  2. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  3. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  4. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  5. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  6. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  7. Mengendalikan Euforia saat Pasar Bullish Ekstrem: Saat Bahagia Justru Berbahaya
  8. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  9. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  10. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga

TradingView Chart - AMAR