Update: Jumat, 23 Oktober 2026

AMAR

PT. Bank Amar Indonesia Tbk.

Rp 222
+5.71%
Volume
8.668 lot
MA 5
217
MA 20
225
RSI
43.33
High
222
Low
208
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.48%
Support (10d)
196
Resistance (10d)
242
Volume Trend (10d)
-1.3%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-1.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (43.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 53 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMAR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.48%. Area support terdekat berada di sekitar Rp196, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp242.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 226 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 244 - 255 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 206 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal

Sebagian besar investor membangun portofolio dengan alokasi modal: 60% saham, 40% obligasi, misalnya. Pendekatan ini disebut equal dollar weighting — setiap aset mendapat porsi uang tertentu. Namun, Ray Dalio — pendiri Bridgewater Associates, hedge fund terbesar di dunia — berpendapat bahwa cara ini keliru. Menurut Dalio, yang harus diseimbangkan bukanlah jumlah uang, melainkan kontribusi risiko dari setiap aset. Inilah inti dari Risk Parity: portofolio di mana setiap kelas aset memberikan kontribusi risiko yang sama (parity) terhadap total risiko portofolio. Artikel ini akan membahas filosofi Risk Parity, bagaimana penerapannya dalam portofolio All Weather milik Dalio, serta kelebihan dan kekurangannya untuk investor ritel. Siapa Ray Dalio dan Mengapa Pendapatnya Penting? Ray Dalio adalah pendiri Bridgewater Associates, yang didirikan pada 1975. Di bawah kepemimpinannya, Bridgewater tumbuh menjadi hedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  2. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  3. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  4. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  5. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  6. Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda
  7. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  8. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  9. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  10. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham

TradingView Chart - AMAR