Update: Jumat, 10 Juli 2026

ISAT

PT. Indosat Tbk.

Rp 1.820
-3.19%
Volume
105.188 lot
MA 5
1.865
MA 20
1.812
RSI
57.14
High
1.890
Low
1.810
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.46%
Support (10d)
1.695
Resistance (10d)
2.050
Volume Trend (10d)
-33.2%
Score
50
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-15.74 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -34.999 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ISAT saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.695, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.050.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.695, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio

Tidak ada momen yang lebih memicu Fear of Missing Out atau FOMO di pasar saham selain saat Initial Public Offering (IPO) sebuah perusahaan meledak. Anda pasti pernah melihatnya. Sebuah perusahaan baru saja melantai di bursa. Harga perdana 200 rupiah per saham. Hari pertama, langsung naik 50 persen menjadi 300. Hari kedua, 400. Hari ketiga, 500. Media memberitakan "saham unicorn" yang melambung tinggi. Grup WhatsApp dipenuhi dengan screenshot profit. Teman Anda yang kebetulan kebagian jatah IPO sekarang tersenyum lebar. Di saat seperti itu, satu pertanyaan muncul di kepala Anda: "Kenapa saya tidak ikut?" Lalu pertanyaan berikutnya: "Apakah masih bisa beli sekarang?" Itulah FOMO. Dan dalam konteks IPO yang sedang meledak, FOMO adalah perasaan paling berbahaya yang bisa Anda miliki. Memahami Fenomena IPO Meledak Sebelum membahas bagaimana...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  2. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  3. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  4. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  5. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  6. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  7. Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda
  8. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  9. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  10. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia

TradingView Chart - ISAT