Update: Jumat, 22 Mei 2026

MREI

PT. Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.

Rp 975
-0.51%
Volume
885 lot
MA 5
984
MA 20
1.026
RSI
30.56
High
1.005
Low
965

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.49%
Support (10d)
965
Resistance (10d)
1.060
Volume Trend (10d)
-28.1%
Score
15
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-4.41 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -53 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MREI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.49%. Area support terdekat berada di sekitar Rp965, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.060.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 917 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas

Setelah mempelajari laba rugi, kini saatnya kita membahas dokumen yang tidak kalah penting: Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement). Banyak investor pemula hanya fokus pada laba, padahal perusahaan yang labanya besar sekalipun bisa bangkrut jika arus kasnya bermasalah. Laporan arus kas terbagi menjadi tiga aktivitas utama: Operasi, Investasi, dan Pendanaan. Mari kita pahami satu per satu. Mengapa Arus Kas Lebih Jujur daripada Laba? Laba bisa "diakali" dengan metode akuntansi, seperti menunda pengakuan biaya atau mempercepat pengakuan pendapatan. Tapi kas tidak bisa bohong. Arus kas menunjukkan uang sungguhan yang masuk dan keluar dari perusahaan. Perusahaan bisa mencatat laba besar, tapi jika uangnya tidak pernah benar-benar masuk (hanya piutang), maka bisnisnya tidak sehat. Di sinilah laporan arus kas menjadi sangat penting. Tiga Aktivitas dalam Laporan Arus Kas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  2. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  3. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  4. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  5. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  6. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  7. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  8. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  9. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  10. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader

TradingView Chart - MREI