Update: Jumat, 14 Agustus 2026

BOLT

PT. Garuda Metalindo Tbk.

Rp 795
+0.63%
Volume
66 lot
MA 5
797
MA 20
795
RSI
56.25
High
800
Low
795
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.03%
Support (10d)
790
Resistance (10d)
810
Volume Trend (10d)
-27.2%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BOLT saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.03%. Area support terdekat berada di sekitar Rp790, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp810.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 810 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 891, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 790 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?

Return on Equity (ROE) adalah salah satu rasio paling populer di dunia investasi. Rumusnya sederhana: laba bersih dibagi ekuitas pemegang saham. Semakin tinggi ROE, semakin efisien perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan pemilik. Namun, investor pemula sering membuat kesalahan fatal: membandingkan ROE antar sektor secara mentah. Mereka melihat bank dengan ROE 15% dan pabrik semen dengan ROE 15%, lalu menyimpulkan keduanya sama baiknya. Kesimpulan itu keliru. Artikel ini akan membedah secara mendalam perbedaan interpretasi ROE antara sektor keuangan (bank dan asuransi) dengan sektor manufaktur, serta bagaimana Anda sebagai investor harus menyikapinya. Mengapa ROE Tidak Bisa Dibandingkan Langsung Antar Sektor? Akar perbedaannya terletak pada struktur aset dan sumber pendanaan. Perusahaan manufaktur memiliki pabrik, mesin, dan inventaris. Perusahaan keuangan memiliki pinjaman yang diberikan (bank) atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  2. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  3. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  4. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  5. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  6. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  7. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  8. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  9. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  10. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio

TradingView Chart - BOLT