Update: Senin, 5 Oktober 2026

FORE

PT. Fore Kopi Indonesia Tbk.

Rp 805
+1.90%
Volume
15.854 lot
MA 5
798
MA 20
796
RSI
51.22
High
805
Low
790
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.76%
Support (10d)
775
Resistance (10d)
845
Volume Trend (10d)
-19.4%
Score
70
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.334 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham FORE saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp775, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp845.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 821 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 886 - 926 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 749 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?

Dalam laporan keuangan emiten, investor sering melihat laba anak usaha yang dikonsolidasi secara penuh. Namun, ada kategori investasi yang tidak masuk ke dalam konsolidasi: anak perusahaan yang tidak terkonsolidasi. Istilah ini merujuk pada entitas di mana perusahaan induk memiliki pengaruh signifikan (20-50% kepemilikan) atau kurang, sehingga dicatat dengan metode ekuitas (equity method) atau sebagai aset keuangan biasa. Memahami pos ini penting karena bisa menjadi sumber laba tersembunyi yang tidak tercermin dalam pendapatan operasional, sekaligus potensi jebakan jika tidak dianalisis dengan benar. 1. Mengapa Anak Perusahaan Tidak Dikonsolidasi? Aturan akuntansi (PSAK/IFRS) menyatakan bahwa konsolidasi hanya wajib jika induk memiliki pengendalian (biasanya >50% saham). Jika kepemilikan antara 20-50%, biasanya dicatat dengan metode ekuitas. Jika kurang dari 20%, dicatat sebagai aset keuangan (instrumen ekuitas) dengan nilai wajar atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  2. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  3. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  4. Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda
  5. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  6. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  7. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  8. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  9. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  10. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?

TradingView Chart - FORE