Update: Senin, 5 Oktober 2026

ARGO

PT. Argo Pantes Tbk

Rp 1.145
-3.38%
Volume
1.068 lot
MA 5
1.187
MA 20
1.186
RSI
50.00
High
1.185
Low
1.140
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.77%
Support (10d)
1.115
Resistance (10d)
1.340
Volume Trend (10d)
+190.0%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
0.88 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 42 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARGO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.77%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.115, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.340.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.145 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.317 - 1.431 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.088 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?

Dalam dunia saham, istilah "murah" seringkali menarik perhatian. Namun, ada tingkatan "murah" yang ekstrem: ketika harga saham jatuh jauh di bawah nilai buku perusahaan. Ini disebut Distress Price to Book Value (PBV Distress) —sebuah kondisi di mana pasar seolah-olah mengatakan bahwa aset perusahaan hampir tidak berharga. Apakah ini selalu tanda bahaya? Tidak selalu. Bagi investor yang paham, rasio PBV yang sangat rendah bisa menjadi peluang kontrarian yang luar biasa. Namun bagi yang kurang teliti, ini bisa menjadi jebakan (value trap) yang menghancurkan modal. Artikel ini akan membahas apa itu distress PBV, bagaimana mengukurnya, kapan ia menjadi sinyal beli, dan kapan ia menjadi peringatan untuk lari. 1. Apa Itu Distress Price to Book Value (PBV)? Price to Book Value (PBV) adalah rasio yang membandingkan harga saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  2. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  3. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  4. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  5. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  6. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  7. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  8. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  9. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  10. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"

TradingView Chart - ARGO