Update: Senin, 6 Juli 2026

CLPI

PT. Colorpak Indonesia Tbk.

Rp 1.470
+0.34%
Volume
1.150 lot
MA 5
1.434
MA 20
1.565
RSI
32.00
High
1.475
Low
1.455
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.04%
Support (10d)
1.375
Resistance (10d)
1.735
Volume Trend (10d)
+240.4%
Score
40
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
-6.67 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (32.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CLPI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.375, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.735.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.375, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader

Pernahkah Anda melihat sebuah saham tiba-tiba berhenti naik meskipun permintaan beli sangat besar? Atau Anda mencoba menjual saham yang harganya jatuh, tetapi order Anda ditolak sistem? Itulah yang disebut dengan Auto Rejection – mekanisme perlindungan otomatis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencegah pergerakan harga yang terlalu ekstrem. Dalam sistem perdagangan saham di Indonesia, dikenal dua batasan utama: ARA (Auto Rejection Atas) untuk batas kenaikan, dan ARB (Auto Rejection Bawah) untuk batas penurunan. Memahami kedua mekanisme ini sangat penting, terutama bagi pemula yang baru belajar trading. Tanpa pemahaman ini, Anda bisa salah membaca situasi, panik, atau bahkan kehilangan peluang. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu auto rejection, bagaimana cara kerja ARA dan ARB, berapa persen batasannya, saham apa saja yang terkena, serta strategi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  4. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  5. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  6. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  7. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  8. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  9. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  10. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern

TradingView Chart - CLPI