Update: Kamis, 20 Agustus 2026

FPNI

PT. Lotte Chemical Titan Tbk.

Rp 530
-1.85%
Volume
721.112 lot
MA 5
469
MA 20
405
RSI
82.28
High
600
Low
505
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.30%
Support (10d)
408
Resistance (10d)
600
Volume Trend (10d)
+101.6%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
68.79 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (82.3) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -727 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham FPNI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 82.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.30%. Area support terdekat berada di sekitar Rp408, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp600.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 600 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 660, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 408 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar

PER (Price to Earnings Ratio) adalah alat paling populer untuk menilai mahal atau murahnya saham. Tapi PER memiliki satu kelemahan besar: PER hanya melihat sisi ekuitas (kepemilikan) dan mengabaikan utang. Bayangkan dua perusahaan dengan laba dan harga saham yang sama persis: Perusahaan Harga Saham EPS PER Utang Perusahaan A Rp1.000 Rp100 10x Rp0 (tanpa utang) Perusahaan B Rp1.000 Rp100 10x Rp5 M (utang besar) PER keduanya sama-sama 10x. Tapi perusahaan mana yang lebih murah? Jelas Perusahaan A lebih sehat karena tidak punya utang. PER tidak bisa menangkap perbedaan ini. Di sinilah EV/EBITDA hadir sebagai solusi. Apa Itu EV/EBITDA? EV/EBITDA adalah rasio yang mengukur nilai perusahaan secara keseluruhan (termasuk utang) dibandingkan dengan kemampuan operasionalnya menghasilkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Rumusnya sederhana tapi perlu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  2. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  3. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  4. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  5. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  6. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  7. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  8. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  9. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  10. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana

TradingView Chart - FPNI