Update: Rabu, 10 Juni 2026

SCMA

PT. Surya Citra Media Tbk.

Rp 200
-3.85%
Volume
455.594 lot
MA 5
196
MA 20
226
RSI
32.58
High
210
Low
196
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.37%
Support (10d)
165
Resistance (10d)
232
Volume Trend (10d)
+8.6%
Score
35
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-30.07 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (32.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -29.369 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SCMA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp165, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp232.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 157 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?

Sebagai investor saham yang mengandalkan pendapatan dividen, Anda mungkin pernah bertanya-tanya: Apakah masih layak memburu saham dengan dividend yield 5% jika deposito bank sudah menawarkan 6% tanpa risiko? Pertanyaan ini menyentuh inti dari relasi antara dividend yield (imbal hasil dividen saham) dan suku bunga (imbal hasil instrumen utang bebas risiko). Hubungan keduanya bukan sekadar kebetulan matematis, melainkan cerminan dari perilaku pasar modal, preferensi risiko, dan kebijakan bank sentral. Artikel ini akan membahas bagaimana suku bunga mempengaruhi daya tarik dividen, konsep equity risk premium, serta strategi yang bisa Anda terapkan di berbagai siklus suku bunga. Dasar Hubungan: Suku Bunga sebagai Acuan "Biaya Peluang" Dalam teori keuangan, suku bunga bebas risiko (biasanya mengacu pada obligasi pemerintah 10 tahun atau deposito bank) adalah opportunity cost dari investasi saham....

Artikel menarik lainnya:

  1. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  2. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  3. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  4. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  5. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  6. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  7. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  8. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  9. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  10. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya

TradingView Chart - SCMA