Update: Kamis, 20 Agustus 2026

SCMA

PT. Surya Citra Media Tbk.

Rp 220
+5.77%
Volume
1.377.880 lot
MA 5
206
MA 20
203
RSI
72.92
High
224
Low
206
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.63%
Support (10d)
198
Resistance (10d)
224
Volume Trend (10d)
+5.8%
Score
80
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
3.77 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (72.9) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 18.114 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SCMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 72.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.63%. Area support terdekat berada di sekitar Rp198, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp224.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 220 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 253 - 275 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 209 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank

Dalam investasi saham perbankan, ada keseimbangan yang sangat halus antara keuntungan dan risiko. Bank yang terlalu agresif menyalurkan kredit bisa meraih laba besar, tetapi berisiko kehabisan uang tunai. Sebaliknya, bank yang terlalu konservatif aman secara likuiditas, tetapi pertumbuhan labanya lamban dan kurang menarik bagi investor. Di sinilah LDR (Loan to Deposit Ratio) berperan sebagai barometer utama untuk mengukur posisi bank pada spektrum antara agresivitas dan kehati-hatian. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu LDR, bagaimana membacanya, serta mengapa rasio ini menjadi perhatian utama investor dan regulator. Apa Itu LDR? Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah rasio yang membandingkan total kredit yang disalurkan bank dengan total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun, terutama dari tabungan, giro, dan deposito. Rumus dasar LDR adalah: LDR =...

Artikel menarik lainnya:

  1. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  2. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali
  3. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  4. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  5. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  6. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  7. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  8. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  9. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  10. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal

TradingView Chart - SCMA