Update: Senin, 5 Oktober 2026

EKAD

PT. Ekadharma International Tbk.

Rp 386
+4.32%
Volume
35.142 lot
MA 5
377
MA 20
397
RSI
42.86
High
392
Low
370
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.70%
Support (10d)
350
Resistance (10d)
408
Volume Trend (10d)
-67.1%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.395 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham EKAD saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp350, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp408.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 408 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 449, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 350 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda

Anda membuka grup WhatsApp atau Telegram saham favorit Anda. Dalam lima menit, Anda membaca puluhan pesan: "UD ini bakal tembus 200! Gas terus!" "Turun dikit dikit, sabar ya kawan, masih bagus!" "Tadi saya dapat info dari dalam, ada kabar baik minggu depan." "Saya sudah beli 200 lot di 150. Siapa lagi?" "Udah naik 10 poin! Makasih admin!" Lima belas menit kemudian, Anda membeli saham itu. Bukan karena analisis Anda. Bukan karena riset Anda. Tapi karena semua orang di grup membelinya. Anda takut ketinggalan. Inilah social media dalam trading. Dan bagi kebanyakan trader ritel, ia adalah racun perlahan yang menghancurkan disiplin, mengaburkan penilaian, dan menguras modal. Artikel ini tentang perlunya social media detox selama trading. Bukan berarti Anda harus menghapus semua akun sosial media selamanya. Tapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  2. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  3. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  4. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  5. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  6. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  7. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  8. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  9. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  10. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas

TradingView Chart - EKAD