Update: Kamis, 20 Agustus 2026

ASRM

PT. Asuransi Ramayana Tbk.

Rp 270
0.00%
Volume
51 lot
MA 5
270
MA 20
267
RSI
70.00
High
270
Low
266
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.76%
Support (10d)
250
Resistance (10d)
278
Volume Trend (10d)
-15.5%
Score
50
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
8.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (70.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -12 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASRM saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 70.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp250, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp278.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 250, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order

Dalam dunia trading saham, memahami alur order dan tekanan jual-beli adalah kunci untuk menangkap peluang sekaligus menghindari jebakan likuiditas. Salah satu konsep yang cukup populer di kalangan trader profesional, terutama yang menggunakan Order Flow atau Depth of Market (DOM), adalah Stacked Imbalance. Apa itu dan bagaimana cara memanfaatkannya? Mari kita bahas. Apa Itu Stacked Imbalance? Secara sederhana, Stacked Imbalance adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan jumlah order beli dan jual yang sangat signifikan pada beberapa level harga berurutan di dalam order book. Bayangkan order book sebagai antrian orang yang ingin membeli dan menjual saham di berbagai level harga. Jika di level harga tertentu ada 1.000 lot antrean beli tetapi hanya 100 lot antrean jual, itu disebut imbalance (ketidakseimbangan). Namun, stacked imbalance terjadi ketika ketidakseimbangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  2. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  3. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  4. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  5. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  6. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  7. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  8. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  9. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  10. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!

TradingView Chart - ASRM