Update: Kamis, 22 Oktober 2026

ASSA

PT. Adi Sarana Armada Tbk.

Rp 540
+1.89%
Volume
81.485 lot
MA 5
509
MA 20
562
RSI
44.27
High
545
Low
515
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.45%
Support (10d)
452
Resistance (10d)
595
Volume Trend (10d)
+65.8%
Score
35
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-11.48 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -20.005 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASSA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp452, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp595.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 429 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari Hammer (bullish) dan Hanging Man (bearish), kini saatnya mengenal satu pola bearish klasik lainnya: Shooting Star. Jika Hanging Man adalah "orang gantung" dengan sumbu panjang ke bawah, maka Shooting Star adalah kebalikannya—sumbu panjang menjulang ke atas bagaikan bintang jatuh di langit malam. Dalam analisa teknikal saham, Shooting Star dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan bearish yang paling dapat diandalkan, terutama ketika muncul di puncak tren naik yang panjang. Namanya sendiri mengandung makna: bintang jatuh membawa harapan (bull) yang kemudian padam dan berubah menjadi kehancuran (bear). Apa Itu Shooting Star (Bearish)? Secara visual, Shooting Star terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  2. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  3. Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa
  4. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  5. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  6. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  7. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  8. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  9. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  10. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum

TradingView Chart - ASSA