Update: Selasa, 9 Juni 2026

ASSA

PT. Adi Sarana Armada Tbk.

Rp 565
+8.65%
Volume
96.172 lot
MA 5
565
MA 20
676
RSI
20.31
High
570
Low
520
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.59%
Support (10d)
505
Resistance (10d)
680
Volume Trend (10d)
-4.4%
Score
60
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-36.16 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5.783 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASSA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.59%. Area support terdekat berada di sekitar Rp505, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp680.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 576 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 622 - 650 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 525 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?

Setiap tahun, perusahaan menghasilkan laba. Pertanyaannya: ke mana laba itu pergi? Sebagian mungkin dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Sebagian lagi ditahan untuk diinvestasikan kembali ke dalam bisnis. Plowback Ratio (atau Retention Ratio) adalah metrik yang mengukur proporsi laba yang tidak dibagikan sebagai dividen – dengan kata lain, laba yang "ditanam kembali" ke dalam perusahaan. Angka ini mencerminkan filosofi manajemen: apakah mereka lebih suka mengembalikan uang ke pemegang saham sekarang, atau menginvestasikannya untuk pertumbuhan di masa depan. Artikel ini akan membedah apa itu plowback ratio, bagaimana menghitungnya, serta bagaimana investor seharusnya menyikapinya dalam keputusan membeli saham. Apa Itu Plowback Ratio? Plowback ratio (retention ratio) adalah persentase laba bersih yang ditahan oleh perusahaan dan tidak dibayarkan sebagai dividen. Laba yang ditahan ini menjadi tambahan modal sendiri...

Artikel menarik lainnya:

  1. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  2. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  3. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham
  4. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  5. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  6. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  7. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  8. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  9. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  10. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!

TradingView Chart - ASSA