Update: Jumat, 22 Mei 2026

AYLS

PT. Agro Yasa Lestari Tbk.

Rp 139
+3.73%
Volume
73.969 lot
MA 5
156
MA 20
183
RSI
17.20
High
140
Low
114

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.52%
Support (10d)
114
Resistance (10d)
198
Volume Trend (10d)
-54.4%
Score
35
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-18.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (17.2) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -462 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AYLS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 17.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.52%. Area support terdekat berada di sekitar Rp114, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp198.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 108 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

Di era digital dengan chart berwarna-warni dan puluhan indikator, ada satu metode analisis teknikal yang terlihat "kuno" namun tetap digunakan oleh trader profesional hingga hari ini. Metode ini tidak menggunakan candlestick, tidak memiliki sumbu waktu, dan hanya terdiri dari dua huruf: X dan O. Metode itu adalah Point and Figure (P&F) Chart. Dikembangkan pada akhir abad ke-19, Point and Figure adalah salah satu metode analisis teknikal tertua yang masih relevan. Ia digunakan oleh trader legendaris seperti Charles Dow (pendiri Dow Jones) dan Jesse Livermore (trader terhebat sepanjang masa). Bahkan hingga saat ini, banyak hedge fund dan trader institusional masih mengandalkan P&F untuk mengidentifikasi level supply dan demand murni. Apa Itu Point and Figure Chart? Point and Figure Chart adalah jenis chart yang hanya mencatat...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  2. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  3. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  4. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  5. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  6. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  7. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  8. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  9. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  10. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik

TradingView Chart - AYLS