Update: Senin, 6 Juli 2026

KIJA

PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk.

Rp 119
+0.85%
Volume
91.123 lot
MA 5
117
MA 20
117
RSI
42.86
High
120
Low
117
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.75%
Support (10d)
110
Resistance (10d)
123
Volume Trend (10d)
-57.6%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-24.20 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -54.152 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KIJA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.75%. Area support terdekat berada di sekitar Rp110, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp123.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 105 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator dirancang untuk mengikuti harga atau mengukur momentum setelah pergerakan terjadi. Namun, ada satu indikator yang unik karena ia mengukur berapa lama harga telah mencapai titik tertinggi atau terendah dalam periode tertentu. Indikator itu adalah Aroon. Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Nama "Aroon" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "fajar" atau "awal dari sesuatu". Nama ini dipilih karena indikator ini dirancang untuk mendeteksi awal dari sebuah tren baru – seperti fajar yang menandai awal dari hari baru. Aroon berbeda dari indikator lain karena ia tidak menggunakan harga penutupan (close) secara langsung. Ia hanya menghitung berapa lama sejak harga mencapai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam periode tertentu. Semakin baru titik ekstrem tersebut, semakin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  2. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  3. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  4. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  5. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  6. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  7. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  8. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  9. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  10. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal

TradingView Chart - KIJA