Update: Senin, 6 Juli 2026

BABY

PT. Multitrend Indo Tbk.

Rp 179
+6.55%
Volume
86.496 lot
MA 5
166
MA 20
179
RSI
40.16
High
202
Low
165
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
8.23%
Support (10d)
150
Resistance (10d)
224
Volume Trend (10d)
-53.5%
Score
70
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
4.68 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 497 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BABY saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 8.23%. Area support terdekat berada di sekitar Rp150, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp224.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 183 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 197 - 206 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 166 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio

Dalam dunia investasi saham, ada satu strategi yang terdengar sangat masuk akal: ketika harga saham turun, mengapa tidak membeli lebih banyak? Dengan begitu, rata-rata harga beli Anda menjadi lebih rendah. Ketika harga kembali naik, Anda akan untung lebih cepat. Strategi ini disebut averaging down. Pada saham-saham berfundamental bagus yang hanya mengalami koreksi sementara, averaging down bisa menjadi strategi yang cerdas. Namun pada saham dengan fundamental yang rusak, averaging down bukanlah strategi. Ia adalah jalan pintas menuju kehancuran. Banyak investor pemula yang terjebak dalam perangkap ini. Mereka melihat harga saham turun 30 persen, berpikir "murah", lalu menambah posisi. Harga turun lagi 50 persen, mereka menambah lagi. Harga turun 80 persen, mereka panik, tetapi sudah terlalu dalam untuk keluar. Mereka tidak menyadari bahwa yang mereka beli bukanlah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  2. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet
  3. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  4. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  5. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  6. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  7. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  8. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  9. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  10. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat

TradingView Chart - BABY