Update: Kamis, 8 Oktober 2026

BRNA

PT. Berlina Tbk.

Rp 680
+1.49%
Volume
7.131 lot
MA 5
672
MA 20
654
RSI
50.00
High
685
Low
660
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.67%
Support (10d)
590
Resistance (10d)
770
Volume Trend (10d)
+33.9%
Score
75
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
15.25 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -81 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRNA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp590, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp770.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 680 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 782 - 850 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 646 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public

Setiap kali mendengar berita bahwa sebuah perusahaan akan go public, publik biasanya antusias. Ada perusahaan teknologi yang tiba-tiba menjadi sorotan, ada pula perusahaan rintisan yang pendirinya langsung menjadi miliarder dalam semalam. Di balik itu semua, ada istilah kunci yang mendasarinya: IPO. Apa sebenarnya IPO itu? Mengapa perusahaan rela membuka kepemilikan mereka ke publik? Apakah IPO selalu menguntungkan bagi investor? Artikel ini akan membahas tuntas tentang IPO, dari definisi, proses, keuntungan dan risiko, hingga tip bagi investor yang ingin berpartisipasi. Apa Itu IPO? IPO (Initial Public Offering) adalah proses pertama kali perusahaan menjual sahamnya kepada publik (masyarakat umum) melalui bursa efek. Sebelum IPO, perusahaan bersifat private (tertutup), artinya sahamnya hanya dimiliki oleh pendiri, keluarga, investor ventura, dan karyawan kunci. Setelah IPO, perusahaan menjadi public (terbuka) dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  2. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  3. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  4. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  5. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  6. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  7. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  8. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  9. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  10. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal

TradingView Chart - BRNA