Update: Senin, 6 Juli 2026

BRNA

PT. Berlina Tbk.

Rp 580
0.00%
Volume
278 lot
MA 5
586
MA 20
583
RSI
40.91
High
600
Low
560
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.46%
Support (10d)
555
Resistance (10d)
620
Volume Trend (10d)
+20.6%
Score
70
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-7.20 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 31 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRNA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp555, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp620.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 592 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 638 - 667 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 539 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda

Ada satu kebenaran tidak nyaman yang jarang dibicarakan di kalangan investor: sering kali, kerugian terbesar kita tidak disebabkan oleh pasar yang jahat atau analisis yang buruk. Kerugian itu disebabkan oleh ego kita sendiri. Kita merasa harus selalu benar. Kita merasa malu jika menjual rugi. Kita merasa "ditantang" oleh pasar dan ingin membuktikan bahwa kita lebih pintar. Kita menganggap saham yang kita beli sebagai "saham saya" dan merasa tersinggung ketika harganya turun, seolah-olah pasar sedang menghina kita secara pribadi. Padahal, saham tidak membenci Anda. Pasar tidak peduli dengan harga beli Anda. Pasar tidak bangun di pagi hari berpikir, "Hari ini saya akan membuat si Andi merugi." Artikel ini akan membantu Anda melepaskan ego dari investasi saham—sebuah langkah yang mungkin lebih meningkatkan performa Anda daripada mempelajari sepuluh...

Artikel menarik lainnya:

  1. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  2. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  3. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  4. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  5. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  6. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  7. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  8. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  9. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  10. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

TradingView Chart - BRNA