Update: Senin, 6 Juli 2026

BBHI

PT. Allo Bank Indonesia Tbk.

Rp 930
0.00%
Volume
3.159 lot
MA 5
944
MA 20
939
RSI
41.43
High
965
Low
890
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.92%
Support (10d)
855
Resistance (10d)
1.000
Volume Trend (10d)
-43.2%
Score
45
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
4.49 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (41.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -32 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BBHI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp855, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.000.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 855, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang

Dalam dunia saham, ada satu kategori emiten yang paling menarik sekaligus paling berbahaya: startup teknologi yang masih merugi. Mereka menjanjikan pertumbuhan eksponensial, menguasai pasar dengan diskon besar-besaran, dan mencatatkan lonjakan jumlah pengguna yang spektakuler. Namun di balik semua itu, ada pertanyaan sederhana yang sering dilupakan investor pemula: “Berapa lama perusahaan ini bisa bertahan sebelum kehabisan uang?” Jawabannya terletak pada Burn Rate. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu burn rate, bagaimana menghitungnya, mengapa rasio ini menjadi penentu hidup mati sebuah startup, serta bagaimana investor saham bisa menggunakannya untuk menghindari jebakan perusahaan yang akan tumbang. Apa Itu Burn Rate? Burn Rate adalah kecepatan sebuah perusahaan menghabiskan (membakar) kasnya untuk membiayai operasional, terutama ketika perusahaan tersebut masih merugi dan belum menghasilkan arus kas positif. Burn rate...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  2. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  3. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  4. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  5. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  6. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  7. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  8. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  9. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  10. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda

TradingView Chart - BBHI