Update: Senin, 5 Oktober 2026

TFAS

PT. Telefast Indonesia Tbk.

Rp 178
+0.56%
Volume
1.101 lot
MA 5
178
MA 20
185
RSI
43.33
High
182
Low
175
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.71%
Support (10d)
164
Resistance (10d)
218
Volume Trend (10d)
-2.5%
Score
35
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-4.81 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (43.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 31 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TFAS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.71%. Area support terdekat berada di sekitar Rp164, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp218.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 156 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan perusahaan publik, terutama yang memiliki anak usaha, sering muncul pos bernama Minority Interest (kepentingan non-pengendali). Banyak investor pemula mengabaikan pos ini atau justru salah memahaminya. Padahal, analisis yang tepat atas minority interest bisa mengungkap kualitas laba inti, risiko struktur perusahaan, dan potensi valuasi yang keliru. 1. Apa Itu Minority Interest? Minority Interest adalah bagian kepemilikan saham anak perusahaan yang tidak dimiliki oleh induk perusahaan. Dengan kata lain, ketika perusahaan induk hanya menguasai, misalnya, 80% saham anak usaha, maka sisanya 20% adalah hak pihak lain (minoritas). Dalam laporan keuangan konsolidasi, seluruh pendapatan dan beban anak usaha digabung 100% ke dalam laporan induk. Namun, laba yang menjadi hak pemegang saham minoritas harus dikeluarkan dari laba bersih yang bisa diatribusikan kepada pemegang saham induk. Penyajian...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  2. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  3. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  4. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  5. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  6. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  7. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  8. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  9. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  10. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun

TradingView Chart - TFAS