Update: Jumat, 22 Mei 2026

HELI

PT. Jaya Trishindo Tbk.

Rp 178
+1.14%
Volume
3.320 lot
MA 5
184
MA 20
194
RSI
25.58
High
180
Low
170

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.59%
Support (10d)
170
Resistance (10d)
210
Volume Trend (10d)
-33.0%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-6.81 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -24 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HELI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.59%. Area support terdekat berada di sekitar Rp170, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp210.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 162 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional

Dalam perdagangan saham menggunakan dana pinjaman, ada satu momen yang paling ditakuti oleh setiap trader: munculnya notifikasi margin call. Ini adalah peringatan dari perusahaan sekuritas bahwa nilai aset jaminan Anda sudah tidak cukup untuk menutupi pinjaman yang diberikan. Margin call bukanlah akhir dari segalanya. Namun, reaksi terhadap margin call-lah yang seringkali menentukan apakah seorang trader akan bangkit kembali atau justru tersingkir dari pasar untuk selamanya. Memahami Mekanisme Margin Call Sebelum membahas reaksi, penting untuk memahami mengapa margin call terjadi. Ketika Anda membeli saham secara margin, Anda meminjam dana dari broker dengan menggunakan saham yang dibeli sebagai jaminan. Setiap broker memiliki ketentuan maintenance margin, biasanya sekitar 30 hingga 40 persen dari total nilai pembelian. Jika harga saham turun drastis, nilai jaminan Anda ikut turun. Ketika rasio...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  2. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  3. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham
  4. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  5. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  6. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  7. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  8. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  9. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  10. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren

TradingView Chart - HELI