Update: Jumat, 10 Juli 2026

HELI

PT. Jaya Trishindo Tbk.

Rp 182
-0.55%
Volume
5.604 lot
MA 5
183
MA 20
182
RSI
43.75
High
184
Low
179
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.99%
Support (10d)
166
Resistance (10d)
191
Volume Trend (10d)
-5.1%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
5.81 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (43.8)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HELI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp166, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp191.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 191 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 210, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 166 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, model bisnis media telah bergeser drastis. Iklan digital yang dulunya menjadi tulang punggung pendapatan kini tergerus oleh dominasi Google dan Meta. Kini, investor lebih menyukai perusahaan media yang memiliki pendapatan berulang (recurring revenue) dari pelanggan setia. Di sinilah metrik Price per Subscriber (PPS) menjadi sangat penting. Apa Itu Price per Subscriber? Price per Subscriber adalah rasio valuasi yang menghitung berapa nilai pasar yang bersedia dibayar investor untuk setiap satu pelanggan berbayar (subscriber) perusahaan media. Rumus dasarnya sederhana: PPS = (Kapitalisasi Pasar + Utang Bersih) / Total Jumlah Subscriber Berbayar Metrik ini sering digunakan untuk membandingkan perusahaan media sejenis, seperti The New York Times (NYT), Netflix (meskipun lebih ke hiburan), atau Spotify. Mengapa PPS Relevan untuk Saham Media? Media cetak tradisional dinilai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  2. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  3. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  4. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  5. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  6. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  7. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  8. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  9. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  10. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan

TradingView Chart - HELI