Update: Senin, 6 Juli 2026

BBLD

PT. Buana Finance Tbk.

Rp 520
0.00%
Volume
97 lot
MA 5
530
MA 20
559
RSI
26.09
High
525
Low
505
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.67%
Support (10d)
500
Resistance (10d)
590
Volume Trend (10d)
+166.4%
Score
55
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-15.45 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 137 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BBLD saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp590.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 590 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 649, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 500 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?

Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat laba bersih atau Earnings per Share (EPS) sebagai tolok ukur keberhasilan perusahaan. Jika laba naik, Anda menganggap perusahaan sedang baik-baik saja. Namun, ada kelemahan besar dari laba akuntansi: ia mengabaikan biaya modal. Bayangkan sebuah perusahaan mencatat laba Rp 100 miliar. Terlihat hebat, bukan? Tapi bagaimana jika untuk menghasilkan laba itu, perusahaan menggunakan total modal (utang + ekuitas) sebesar Rp 2 triliun dengan biaya modal rata-rata 10%? Artinya, biaya modalnya adalah Rp 200 miliar. Secara akuntansi untung Rp 100 miliar, namun secara ekonomi perusahaan justru merugi Rp 100 miliar karena tidak mampu menutupi biaya modal. Inilah celah yang dijawab oleh Economic Value Added (EVA) – metrik yang diciptakan oleh firma konsultan Stern Stewart & Co. EVA mengukur kelebihan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  2. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  3. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  4. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  5. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  6. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  7. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  8. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  9. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  10. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan

TradingView Chart - BBLD