Update: Senin, 6 Juli 2026

BNBR

PT. Bakrie & Brothers Tbk

Rp 104
-0.95%
Volume
9.674.046 lot
MA 5
98
MA 20
102
RSI
37.50
High
108
Low
101
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
6.63%
Support (10d)
82
Resistance (10d)
118
Volume Trend (10d)
-22.2%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-29.73 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 30.719 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNBR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.63%. Area support terdekat berada di sekitar Rp82, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp118.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 106 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 114 - 120 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 97 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley dan Bat, kini saatnya mengenal pola harmonic yang ketiga: pola Butterfly atau pola Kupu-Kupu. Pola Butterfly ditemukan dan dipopulerkan oleh Bryce Gilmore dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Larry Pesavento dan Scott Carney. Pola ini dinamakan "Butterfly" (kupu-kupu) karena bentuknya yang simetris menyerupai sayap kupu-kupu yang terbentang. Yang membedakan Butterfly dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di luar titik X (bukan di antara X dan A seperti pada Gartley dan Bat). Titik D pada pola Butterfly berada di level 127.2% dari XA, artinya harga bergerak melampaui titik awal pola. Inilah yang membuat pola ini sangat menarik sekaligus berisiko. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Butterfly (baik bullish...

Artikel menarik lainnya:

  1. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  2. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  3. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  4. Analisis Tobin's Q: Apakah Pasar Sedang Overvalued?
  5. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  6. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  7. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  8. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  9. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  10. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public

TradingView Chart - BNBR