Update: Senin, 6 Juli 2026

BBSI

PT. Krom Bank Indonesia Tbk.

Rp 4.610
+0.22%
Volume
8 lot
MA 5
4.652
MA 20
4.604
RSI
51.35
High
4.750
Low
4.600
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.45%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
4.770
Volume Trend (10d)
-80.3%
Score
50
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
7.21 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BBSI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.770.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 0, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya

Dalam dunia investasi saham, utang adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, utang bisa mempercepat ekspansi dan meningkatkan return bagi pemegang saham (efek leverage). Di sisi lain, utang yang berlebihan bisa menjadi batu sandungan yang mengahancurkan perusahaan saat ekonomi memburuk. Pertanyaan kritis bagi investor adalah: Seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan kemampuannya menghasilkan laba? Jawabannya terletak pada rasio Net Debt to EBITDA. Rasio ini adalah salah satu metrik paling populer di kalangan analis kredit, manajer investasi, dan investor value untuk menilai beban utang sebuah perusahaan secara lebih realistis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Net Debt to EBITDA, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam analisis saham. Apa Itu Net Debt to EBITDA? Net Debt to EBITDA adalah rasio yang mengukur berapa...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  2. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  3. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  4. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  5. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  6. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  7. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  8. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  9. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  10. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham

TradingView Chart - BBSI