Update: Senin, 6 Juli 2026

NANO

PT. Nanotech Indonesia Global Tbk.

Rp 23
+4.55%
Volume
83.275 lot
MA 5
22
MA 20
23
RSI
33.33
High
23
Low
21
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.39%
Support (10d)
20
Resistance (10d)
24
Volume Trend (10d)
-27.1%
Score
30
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-20.69 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.236 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NANO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp20, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp24.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 19 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital

Dalam dunia saham, sektor perusahaan digital (SaaS, e-commerce, fintech, marketplace) menawarkan peluang keuntungan yang luar biasa. Namun, di balik pertumbuhan pendapatan yang mengesankan dan jumlah pengguna yang meledak, banyak investor lupa menanyakan satu pertanyaan fundamental: “Apakah model bisnis ini benar-benar menghasilkan uang untuk setiap pelanggan, atau justru membakar uang setiap kali mendapatkan pelanggan baru?” Jawabannya terletak pada rasio LTV (Lifetime Value) terhadap CAC (Customer Acquisition Cost). Ini adalah metrik paling jujur yang membedakan antara perusahaan digital yang sehat dan perusahaan yang lambat laun akan tumbang. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu rasio LTV/CAC, mengapa ia menjadi tolok ukur utama bagi investor cerdas, bagaimana membaca angkanya, serta cara menggunakannya untuk memilih saham digital berkualitas. Apa Itu LTV dan CAC? Pengingat Singkat Sebelum membahas rasionya,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  2. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  3. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  4. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  5. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  6. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  7. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  8. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  9. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  10. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas

TradingView Chart - NANO