Update: Kamis, 8 Oktober 2026

AGRO

PT. Bank Raya Indonesia Tbk.

Rp 135
-3.57%
Volume
80.482 lot
MA 5
137
MA 20
141
RSI
30.77
High
142
Low
131
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.15%
Support (10d)
130
Resistance (10d)
144
Volume Trend (10d)
+22.1%
Score
40
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-7.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.741 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AGRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp130, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp144.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 130, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur

Bayangkan skenario ini: sudah larut malam. Anda berbaring di tempat tidur, lampu kamar redup, ponsel menyala di depan wajah. Grafik saham bergerak naik turun. Jari Anda siap menekan tombol beli atau jual. Pasangan atau keluarga Anda sudah tertidur di samping, sementara Anda masih bergumul dengan harga penutupan pasar AS yang mempengaruhi IHSG besok pagi. Apakah skenario ini terdengar familiar? Jika iya, selamat—Anda telah melanggar salah satu aturan paling mendasar dalam psikologi trading: pemisahan ruang fisik antara kerja dan istirahat. Trading atau investasi saham adalah pekerjaan mental yang berat. Membawanya ke tempat tidur sama berbahayanya dengan membawa laptop ke kamar mandi. Artikel ini akan menjelaskan mengapa tempat tidur adalah zona terlarang untuk aktivitas pasar modal, dan bagaimana menetapkan boundary (batasan) kerja yang sehat. Mengapa Tempat Tidur...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  2. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  3. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  4. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  5. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  6. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  7. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  8. Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa
  9. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  10. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud

TradingView Chart - AGRO