Update: Jumat, 22 Mei 2026

AGRO

PT. Bank Raya Indonesia Tbk.

Rp 160
0.00%
Volume
51.284 lot
MA 5
166
MA 20
180
RSI
26.79
High
162
Low
153

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.47%
Support (10d)
153
Resistance (10d)
194
Volume Trend (10d)
-1.4%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-9.09 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.817 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AGRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.47%. Area support terdekat berada di sekitar Rp153, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp194.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 194 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 213, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 153 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengapa strategi Martingale, yaitu menggandakan posisi setelah kerugian, adalah bunuh diri finansial di pasar saham. Kini saatnya membahas kebalikannya: strategi Anti-Martingale. Jika Martingale adalah "menambah saat kalah", maka Anti-Martingale adalah menambah saat menang dan mengecil saat kalah. Strategi ini selaras dengan filosofi dasar trading yang paling terkenal: biarkan keuntungan Anda berjalan, dan potong kerugian Anda sejak dini. Anti-Martingale tidak terdengar "pasti berhasil" seperti klaim Martingale. Tidak ada jaminan bahwa Anda akan selalu untung. Namun justru karena kejujurannya itulah strategi ini bertahan dalam ujian waktu dan digunakan secara luas oleh trader profesional di seluruh dunia. Filosofi Dasar: Mengejar Keuntungan Bukan Menguber Kerugian Perbedaan mendasar antara Martingale dan Anti-Martingale terletak pada apa yang Anda kejar. Martingale mengejar pemulihan kerugian. Ia lahir...

Artikel menarik lainnya:

  1. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  2. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  3. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  4. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  5. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  6. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  7. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  8. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  9. Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda
  10. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat

TradingView Chart - AGRO