Update: Selasa, 15 September 2026

AGRO

PT. Bank Raya Indonesia Tbk.

Rp 148
-0.67%
Volume
23.320 lot
MA 5
149
MA 20
150
RSI
57.14
High
150
Low
146
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.27%
Support (10d)
145
Resistance (10d)
158
Volume Trend (10d)
-20.9%
Score
20
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
3.50 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.238 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AGRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.27%. Area support terdekat berada di sekitar Rp145, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp158.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 138 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem

Dalam dunia investasi saham, sebagian besar perhatian tertuju pada pergerakan pasar sehari-hari. Namun, para investor profesional tahu bahwa kerugian terbesar sering kali datang dari peristiwa-peristiwa langka namun ekstrem — yang disebut sebagai tail risk (risiko ekor). Dalam statistik, ini merujuk pada kejadian di ujung kurva distribusi (berada lebih dari 2-3 standar deviasi dari rata-rata). Salah satu instrumen paling efektif untuk melindungi portofolio dari tail risk adalah options (kontrak opsi). Artikel ini akan membahas konsep tail risk hedging dan bagaimana menggunakan options secara praktis. Memahami Tail Risk dalam Saham Distribusi return saham sebenarnya tidak mengikuti kurva normal (lonceng) sempurna. Kurva return saham memiliki ekor yang lebih gemuk (fat tails) daripada prediksi model statistik standar. Jenis Kejadian Frekuensi dalam Model Normal Frekuensi dalam Kehidupan Nyata Pergerakan 3+...

Artikel menarik lainnya:

  1. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  2. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  3. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  4. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  5. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  6. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  7. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  8. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  9. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  10. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga

TradingView Chart - AGRO