Update: Senin, 6 Juli 2026

BDKR

PT. Berdikari Pondasi Perkasa Tbk.

Rp 143
-1.38%
Volume
109.851 lot
MA 5
143
MA 20
135
RSI
66.67
High
145
Low
142
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.02%
Support (10d)
133
Resistance (10d)
151
Volume Trend (10d)
-7.9%
Score
80
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-4.67 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 12.881 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BDKR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp133, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp151.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 143 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 164 - 179 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 136 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik

Seorang investor membeli saham PT XYZ di harga Rp5.000. Ia memasang take profit di Rp7.500 (naik 50%). Beberapa bulan kemudian, saham tersebut naik hingga Rp10.000. Take profit di Rp7.500 sudah lama tersentuh, dan investor itu sudah menjual seluruh posisinya di harga Rp7.500. Ia senang dengan profit 50%, tetapi juga sedikit kecewa karena kehilangan potensi kenaikan hingga Rp10.000 (tambahan 33% dari harga jualnya). Investor lain, sebut saja Budi, membeli saham yang sama di harga Rp5.000. Namun Budi tidak memasang take profit tetap. Ia memasang trailing stop sebesar 15%. Ketika harga naik ke Rp6.000, stop loss-nya naik menjadi Rp5.100. Ketika harga naik ke Rp8.000, stop loss naik menjadi Rp6.800. Ketika harga naik ke Rp10.000, stop loss naik menjadi Rp8.500. Kemudian harga turun dan menyentuh Rp8.500. Budi menjual...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  3. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  4. PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang
  5. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  6. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  7. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  8. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  9. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  10. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham

TradingView Chart - BDKR