Update: Jumat, 22 Mei 2026

BDKR

PT. Berdikari Pondasi Perkasa Tbk.

Rp 145
-0.68%
Volume
91.207 lot
MA 5
149
MA 20
161
RSI
9.52
High
146
Low
139

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.80%
Support (10d)
139
Resistance (10d)
165
Volume Trend (10d)
-58.2%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-3.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (9.5) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.165 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BDKR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 9.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp139, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp165.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 132 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return

Selama beberapa dekade, investor percaya bahwa satu-satunya cara mendapatkan return lebih tinggi adalah dengan mengambil risiko lebih tinggi — terutama risiko pasar (beta). Namun, riset modern menunjukkan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang secara historis memberikan kelebihan return (alpha) tanpa harus mengambil risiko pasar secara berlebihan. Inilah yang disebut factor investing atau smart beta. Alih-alih hanya membeli indeks pasar berdasarkan kapitalisasi (semakin besar perusahaan semakin besar bobotnya), Anda membeli indeks yang diboboti berdasarkan karakteristik tertentu seperti ukuran perusahaan (size), nilai (value), kualitas (quality), atau volatilitas rendah (low volatility). Artikel ini akan membahas empat faktor utama yang paling terbukti secara empiris dan dapat diterapkan oleh investor ritel. Apa Itu Factor Investing? Factor investing adalah strategi investasi yang menargetkan karakteristik (faktor) spesifik yang secara historis terbukti memberikan return...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  2. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  3. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  4. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  5. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  6. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  7. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet
  8. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  9. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  10. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

TradingView Chart - BDKR