Update: Kamis, 20 Agustus 2026

GRPH

PT. Griptha Putra Persada Tbk.

Rp 73
+4.29%
Volume
471.937 lot
MA 5
69
MA 20
62
RSI
73.33
High
79
Low
70
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.20%
Support (10d)
58
Resistance (10d)
81
Volume Trend (10d)
+676.9%
Score
80
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
25.86 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (73.3) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 703 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GRPH saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 73.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.20%. Area support terdekat berada di sekitar Rp58, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp81.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 73 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 84 - 91 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 69 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator momentum yang paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu RSI (Relative Strength Index). RSI dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti ADX dan Parabolic SAR. RSI dirancang untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga, membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual), serta potensi pembalikan harga melalui divergence. RSI adalah indikator yang sangat serbaguna. Namun, banyak trader hanya menggunakan RSI untuk melihat overbought/oversold – padahal RSI memiliki kemampuan yang jauh lebih dalam: divergence, hidden divergence, dan bahkan analisis support/resistance pada garis RSI itu sendiri. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang RSI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi dasar (overbought/oversold), divergence klasik, hidden divergence (yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  2. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  3. Glosarium Istilah Saham Wajib Hafal untuk Pemula
  4. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  5. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  6. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  7. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  8. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  9. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  10. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas

TradingView Chart - GRPH