Update: Jumat, 10 Juli 2026

GRPH

PT. Griptha Putra Persada Tbk.

Rp 59
+1.72%
Volume
8.938 lot
MA 5
59
MA 20
58
RSI
44.44
High
61
Low
58
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.06%
Support (10d)
53
Resistance (10d)
61
Volume Trend (10d)
-68.4%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-3.28 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GRPH saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp53, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp61.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 60 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 65 - 68 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 55 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham

Dalam dunia investasi saham, ada satu pepatah lama yang tak pernah kehilangan maknanya: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Sayangnya, banyak investor pemula mengartikan pepatah ini secara dangkal. Mereka membeli 10 saham berbeda, lalu merasa sudah melakukan diversifikasi. Padahal, jika 10 saham itu semuanya berasal dari sektor perbankan atau properti, maka sejatinya mereka masih menaruh telur di keranjang yang sama—hanya dibagi ke dalam beberapa wadah kecil di dalam satu keranjang besar. Diversifikasi sejati tidak hanya soal jumlah saham, tetapi juga soal menyebar antar sektor yang tidak berkorelasi dan bahkan antar kelas aset yang berbeda. Mengapa Diversifikasi Antar Sektor Itu Penting? Setiap sektor ekonomi memiliki siklus dan sensitivitas yang berbeda terhadap kondisi makroekonomi. Saat suku bunga naik, saham perbankan cenderung diuntungkan, tetapi saham properti dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  2. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  3. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!
  4. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  5. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  6. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  7. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  8. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  9. Membaca Perubahan Sentimen Pasar dengan Sikap: Antara Mengikuti Arus dan Tetap Rasional
  10. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor

TradingView Chart - GRPH