Update: Jumat, 10 Juli 2026

BINA

PT. Bank Ina Perdana Tbk.

Rp 3.770
-0.79%
Volume
1.956 lot
MA 5
3.780
MA 20
3.725
RSI
63.84
High
3.870
Low
3.720
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.38%
Support (10d)
3.550
Resistance (10d)
4.400
Volume Trend (10d)
+23.3%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-4.80 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (63.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -11 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BINA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 63.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.38%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.550, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.400.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 3.550, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem

Dalam artikel sebelumnya tentang Value at Risk (VaR), kita telah mempelajari bagaimana mengukur batas kerugian maksimal pada tingkat kepercayaan tertentu, misalnya: "Dengan kepercayaan 95%, kerugian saya tidak akan melebihi Rp25 juta dalam satu hari." Namun, VaR memiliki kelemahan mendasar: ia tidak memberi tahu apa yang terjadi di luar batas tersebut. Berapakah kerugian rata-rata pada 5% hari terburuk? Apakah Rp30 juta, Rp50 juta, atau bahkan Rp200 juta? Di sinilah Conditional VaR (CVaR), juga dikenal sebagai Expected Shortfall (ES) , berperan. Artikel ini akan membahas bagaimana CVaR memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang risiko ekstrem dalam portofolio saham Anda. Apa Itu Conditional VaR (CVaR)? Conditional VaR atau Expected Shortfall adalah rata-rata kerugian yang terjadi dalam kondisi di mana kerugian telah melebihi batas VaR. Dengan kata lain, CVaR...

Artikel menarik lainnya:

  1. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  2. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  3. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  4. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  5. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  6. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  7. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  8. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  9. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  10. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim

TradingView Chart - BINA