Update: Senin, 6 Juli 2026

BINA

PT. Bank Ina Perdana Tbk.

Rp 3.690
-7.05%
Volume
2.900 lot
MA 5
4.048
MA 20
3.743
RSI
50.58
High
3.970
Low
3.690
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.19%
Support (10d)
3.110
Resistance (10d)
4.400
Volume Trend (10d)
+99.3%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-7.75 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -522 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BINA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.19%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.110, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.400.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 4.400 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 4.840, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 3.110 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital

Jika Anda pernah membaca laporan tahunan Netflix, Spotify, atau perusahaan media digital, Anda pasti sering menemukan istilah ARPU (Average Revenue Per User). Metrik ini sebenarnya lebih tua dari era digital – operator telekomunikasi sudah menggunakannya sejak lama. Namun kini, ARPU menjadi salah satu indikator paling krusial bagi investor yang ingin menilai kesehatan dan potensi pertumbuhan saham sektor media, teknologi, dan layanan berlangganan. Apa Itu ARPU? ARPU adalah pendapatan total perusahaan dalam periode tertentu dibagi dengan jumlah rata-rata pengguna aktif (atau pelanggan) dalam periode yang sama. ARPU=Pendapatan Periode TertentuJumlah Rata-Rata PenggunaARPU=Jumlah Rata-Rata PenggunaPendapatan Periode Tertentu​ Misalnya: Pendapatan kuartalan Spotify dari langganan premium adalah €3 miliar, dengan rata-rata 150 juta pelanggan premium. Maka ARPU = €20 per pelanggan per kuartal (atau sekitar €6,7 per bulan). Mengapa ARPU Penting untuk Investor Saham Media? Mengukur Kemampuan Monetisasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  2. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  3. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  4. Rasio Dividend Coverage: Seberapa Aman Dividen Perusahaan Anda?
  5. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  6. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  7. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  8. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  9. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  10. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan

TradingView Chart - BINA