Update: Jumat, 21 Agustus 2026

BINA

PT. Bank Ina Perdana Tbk.

Rp 4.170
+0.72%
Volume
2.236 lot
MA 5
4.178
MA 20
4.119
RSI
38.38
High
4.190
Low
4.090
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.05%
Support (10d)
3.990
Resistance (10d)
4.350
Volume Trend (10d)
-65.6%
Score
70
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
10.61 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (38.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 70 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BINA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.990, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.350.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 4.253 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 4.587 - 4.796 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 3.878 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, pola gap (celah) seringkali menjadi area yang penuh makna. Ketika sebuah gap muncul, ia menceritakan sebuah cerita tentang sentimen pasar yang kuat. Namun, bagaimana jika gap tersebut "dijembatani" oleh candlestick berikutnya? Pola itulah yang dikenal sebagai Tasuki Gap. Nama "Tasuki" berasal dari bahasa Jepang yang berarti "tali pengikat" atau "pita penghubung". Sesuai namanya, pola ini menggambarkan bagaimana sebuah candlestick "menjembatani" gap yang terbentuk sebelumnya, menegaskan bahwa tren akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Tasuki Gap (Up dan Down), cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Tasuki Gap? Tasuki Gap adalah pola tiga candlestick yang menandakan kelanjutan tren (continuation). Pola ini terbentuk ketika sebuah gap (celah) muncul di antara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham
  2. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  3. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  4. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  5. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  6. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  7. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  8. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  9. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  10. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya

TradingView Chart - BINA