Update: Jumat, 22 Mei 2026

BINA

PT. Bank Ina Perdana Tbk.

Rp 3.960
-0.75%
Volume
4.723 lot
MA 5
3.992
MA 20
4.079
RSI
34.78
High
3.960
Low
3.940

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.39%
Support (10d)
3.940
Resistance (10d)
4.180
Volume Trend (10d)
-8.3%
Score
25
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-8.97 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (34.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BINA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.940, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.180.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 3.743 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan

Penjualan naik. Laba meningkat. Harga saham melonjak. Semua terlihat sempurna. Namun pernahkah Anda bertanya: Apakah uang dari penjualan itu benar-benar sudah masuk ke kas perusahaan? Inilah pertanyaan kunci yang sering diabaikan oleh investor pemula. Sebuah perusahaan bisa mencatat penjualan besar-besaran, tetapi jika sebagian besar penjualan tersebut masih berupa piutang yang tak kunjung dibayar, maka kesehatan keuangan perusahaan sebenarnya rapuh. Di sinilah rasio Receivable Turnover (Perputaran Piutang) memegang peran vital. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Receivable Turnover, bagaimana mengukurnya, dan yang terpenting: bagaimana mendeteksi dini bahaya piutang macet sebelum terlambat. Apa Itu Receivable Turnover? Receivable Turnover adalah rasio yang mengukur seberapa cepat perusahaan mampu menagih piutang dari pelanggannya dalam suatu periode. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam memberikan kredit dan menagih kembali dana...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  2. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  3. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  4. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  5. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  6. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  7. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  8. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  9. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  10. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu

TradingView Chart - BINA