Update: Senin, 5 Oktober 2026

BINA

PT. Bank Ina Perdana Tbk.

Rp 4.030
-0.74%
Volume
4.106 lot
MA 5
4.142
MA 20
4.094
RSI
48.24
High
4.060
Low
4.000
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.46%
Support (10d)
3.960
Resistance (10d)
4.390
Volume Trend (10d)
+357.2%
Score
70
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-2.89 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 238 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BINA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.960, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.390.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 4.111 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 4.433 - 4.635 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 3.748 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari RSI dan Stochastic sebagai indikator momentum, kini saatnya mengenal indikator momentum lain yang cukup populer namun memiliki karakteristik unik: CCI (Commodity Channel Index). CCI dikembangkan oleh Donald Lambert pada tahun 1980. Meskipun namanya mengacu pada "Commodity", CCI sebenarnya dapat digunakan untuk menganalisis saham, indeks, forex, cryptocurrency, dan instrumen keuangan lainnya. Keunikan CCI adalah ia mengukur deviasi harga terhadap rata-rata statistiknya. CCI tidak terbatas pada rentang 0-100 seperti RSI atau Stochastic; ia dapat bergerak dari -300 hingga +300 atau bahkan lebih ekstrem. Ini membuat CCI sangat baik untuk mengidentifikasi kondisi overbought/oversold ekstrem, awal tren baru, dan divergence. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang CCI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi level +100 dan -100, pola crossover, zero line crossing,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  2. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  3. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  4. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  5. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  6. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  7. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  8. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  9. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  10. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

TradingView Chart - BINA