Update: Jumat, 10 Juli 2026

ENAK

PT. Champ Resto Indonesia Tbk.

Rp 272
-0.73%
Volume
1.319 lot
MA 5
278
MA 20
284
RSI
50.65
High
278
Low
268
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.97%
Support (10d)
260
Resistance (10d)
346
Volume Trend (10d)
-26.2%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-2.86 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 58 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ENAK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.97%. Area support terdekat berada di sekitar Rp260, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp346.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 260, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio

Dalam dunia investasi saham, ada satu strategi yang terdengar sangat masuk akal: ketika harga saham turun, mengapa tidak membeli lebih banyak? Dengan begitu, rata-rata harga beli Anda menjadi lebih rendah. Ketika harga kembali naik, Anda akan untung lebih cepat. Strategi ini disebut averaging down. Pada saham-saham berfundamental bagus yang hanya mengalami koreksi sementara, averaging down bisa menjadi strategi yang cerdas. Namun pada saham dengan fundamental yang rusak, averaging down bukanlah strategi. Ia adalah jalan pintas menuju kehancuran. Banyak investor pemula yang terjebak dalam perangkap ini. Mereka melihat harga saham turun 30 persen, berpikir "murah", lalu menambah posisi. Harga turun lagi 50 persen, mereka menambah lagi. Harga turun 80 persen, mereka panik, tetapi sudah terlalu dalam untuk keluar. Mereka tidak menyadari bahwa yang mereka beli bukanlah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  2. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  3. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  4. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  5. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  6. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  7. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  8. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  9. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  10. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga

TradingView Chart - ENAK