Update: Senin, 5 Oktober 2026

ANDI

PT. Andira Agro Tbk.

Rp 22
0.00%
Volume
416.683 lot
MA 5
22
MA 20
22
RSI
53.85
High
23
Low
21
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
6.16%
Support (10d)
18
Resistance (10d)
29
Volume Trend (10d)
+417.8%
Score
65
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
37.50 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -747 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ANDI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp18, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp29.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 22 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 24 - 25 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 20 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar

Dalam dunia saham, kebanyakan investor menilai perusahaan dari sisi "berapa laba yang dihasilkan untuk pemegang saham". Namun, ada perspektif lain yang lebih agresif dan sering digunakan oleh private equity: Leveraged Buyout (LBO) Valuation. Metode ini menjawab pertanyaan: "Berapa banyak yang bersedia dibayar oleh pembeli dengan utang besar untuk mengakuisisi perusahaan ini?" LBO valuation adalah salah satu alat paling canggih dalam valuasi saham. Ia tidak hanya melihat laba saat ini, tetapi juga kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas untuk membayar utang—serta potensi exit yang menguntungkan. Artikel ini akan membahas konsep LBO, mengapa investor saham perlu memahaminya, serta bagaimana menggunakannya untuk menemukan peluang investasi. 1. Apa Itu Leveraged Buyout (LBO)? Leveraged Buyout (LBO) adalah akuisisi suatu perusahaan dengan menggunakan utang yang signifikan (biasanya 60-90% dari harga pembelian) sebagai...

Artikel menarik lainnya:

  1. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  2. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  3. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  4. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  5. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  6. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  7. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  8. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  9. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  10. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah

TradingView Chart - ANDI