Update: Selasa, 18 Agustus 2026

ANDI

PT. Andira Agro Tbk.

Rp 17
-5.56%
Volume
59.937 lot
MA 5
18
MA 20
18
RSI
50.00
High
18
Low
17
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.31%
Support (10d)
16
Resistance (10d)
18
Volume Trend (10d)
+24.4%
Score
75
Win Rate (30d)
10 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ANDI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.31%. Area support terdekat berada di sekitar Rp16, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp18.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 17 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 20 - 21 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 16 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif

Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan investor pemula adalah meniru strategi dan pilihan saham orang lain tanpa mempertimbangkan profil risiko diri sendiri. Padahal, apa yang cocok untuk seorang trader muda lajang belum tentu cocok untuk seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan anak atau seorang pensiunan. Dalam dunia investasi, portofolio umumnya dibagi menjadi tiga kategori besar berdasarkan tingkat risiko dan potensi imbal hasil: Agresif, Moderat, dan Konservatif. Ketiganya bukan soal benar atau salah, melainkan soal kesesuaian dengan profil Anda. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan ketiga tipe portofolio tersebut, termasuk contoh alokasi aset, karakteristik investor yang cocok, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengapa Profil Risiko Itu Penting? Sebelum membangun rumah, Anda harus tahu tanahnya keras atau lunak. Sebelum berinvestasi, Anda harus tahu seberapa besar Anda...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  2. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  3. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  4. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  5. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  6. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  7. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  8. Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda
  9. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  10. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi

TradingView Chart - ANDI