Update: Jumat, 22 Mei 2026

IPAC

PT. Era Graharealty Tbk.

Rp 134
-1.47%
Volume
54 lot
MA 5
141
MA 20
153
RSI
24.32
High
142
Low
134

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.70%
Support (10d)
134
Resistance (10d)
163
Volume Trend (10d)
-7.6%
Score
40
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-11.26 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (24.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPAC saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp134, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp163.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 134, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan

Sebagian besar investor saham sangat fokus pada satu pertanyaan: "Seberapa dalam portofolio saya bisa jatuh?" Mereka menghitung Maximum Drawdown dengan saksama, mencari angka kerugian terburuk dalam persentase. Namun, ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting tetapi jarang ditanyakan: "Berapa lama saya akan terperosok sebelum kembali ke titik impas?" Drawdown Duration adalah metrik yang menjawab pertanyaan kedua. Ia mengukur berapa lama portofolio Anda berada di bawah puncak tertinggi sebelumnya, mulai dari saat penurunan terjadi hingga saat pulih sepenuhnya. Artikel ini akan membahas mengapa durasi pemulihan seringkali lebih menyiksa daripada kedalaman kerugian itu sendiri. Apa Itu Drawdown Duration? Drawdown Duration adalah panjang waktu (biasanya diukur dalam hari, bulan, atau tahun) yang dibutuhkan portofolio untuk pulih dari suatu penurunan hingga kembali mencapai puncak tertinggi sebelumnya. Dua jenis Drawdown...

Artikel menarik lainnya:

  1. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  2. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  3. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  4. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  5. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  6. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  7. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  8. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  9. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  10. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang

TradingView Chart - IPAC