Update: Selasa, 9 Juni 2026

IPAC

PT. Era Graharealty Tbk.

Rp 135
+3.85%
Volume
2.147 lot
MA 5
130
MA 20
141
RSI
40.00
High
143
Low
124
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.97%
Support (10d)
108
Resistance (10d)
146
Volume Trend (10d)
-49.2%
Score
45
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-22.86 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPAC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.97%. Area support terdekat berada di sekitar Rp108, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp146.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 108, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung

Dalam dunia saham, kebanyakan investor akrab dengan PER (Price to Earnings Ratio). Tapi bagaimana cara menilai perusahaan yang sedang dalam masa pertumbuhan cepat tetapi belum menghasilkan laba? Atau perusahaan yang sengaja membakar laba untuk ekspansi? Di sinilah Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales) menjadi senjata rahasia para investor profesional. EV/Sales adalah alat valuasi yang tidak peduli dengan struktur modal perusahaan dan tidak terganggu oleh laba yang masih negatif. Artikel ini akan membahas apa itu EV/Sales, bagaimana menghitungnya, kapan harus menggunakannya, serta bagaimana membedakan saham yang "mahal secara wajar" dengan yang "benar-benar gelembung". 1. Apa Itu Enterprise Value (EV) dan EV/Sales? Enterprise Value (EV) adalah nilai total perusahaan yang mencerminkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk "membeli" seluruh perusahaan secara utuh—termasuk utang dan ekuitas. Rumus Enterprise...

Artikel menarik lainnya:

  1. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  2. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  3. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  4. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  5. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  6. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  7. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  8. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  9. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  10. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan

TradingView Chart - IPAC