Update: Rabu, 10 Juni 2026

BKSW

PT. Bank QNB Indonesia Tbk.

Rp 51
+2.00%
Volume
31.715 lot
MA 5
51
MA 20
54
RSI
12.50
High
51
Low
50
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.95%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
56
Volume Trend (10d)
+123.8%
Score
35
Win Rate (30d)
13.33 %
P/L (30d)
-15.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (12.5) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.403 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BKSW saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 12.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp56.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 48 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham

Ketika investor menganalisis laporan keuangan, perhatian sering tertuju pada laba bersih, pendapatan, atau rasio-rasio populer seperti PER dan ROE. Namun ada satu indikator yang sering diabaikan, padahal menjadi detak jantung kesehatan keuangan sebuah perusahaan: Modal Kerja dan perubahannya dari waktu ke waktu. Modal kerja (working capital) adalah selisih antara aset lancar dan liabilitas lancar. Ia menggambarkan berapa banyak "cairan" yang tersedia untuk menjalankan operasi sehari-hari. Sementara itu, perubahan modal kerja (changes in working capital) menunjukkan apakah perusahaan semakin likuid atau justru semakin tercekik dari tahun ke tahun. Artikel ini akan membahas secara mendalam rasio-rasio yang berkaitan dengan perubahan modal kerja, bagaimana menginterpretasikannya, serta mengapa hal ini sangat menentukan kualitas laba dan kelangsungan bisnis sebuah emiten. Apa Itu Modal Kerja dan Mengapa Perubahannya Penting? Modal kerja...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  2. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  3. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  4. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  5. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  6. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  7. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  8. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  9. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  10. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian

TradingView Chart - BKSW