Update: Senin, 5 Oktober 2026

BKSW

PT. Bank QNB Indonesia Tbk.

Rp 49
0.00%
Volume
9.102 lot
MA 5
49
MA 20
51
RSI
30.77
High
50
Low
49
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.37%
Support (10d)
43
Resistance (10d)
51
Volume Trend (10d)
-35.4%
Score
10
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-5.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.001 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BKSW saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp43, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp51.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 41 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham

Dalam dunia saham, investor sering kali terpaku pada laba bersih atau pendapatan per saham (EPS). Namun, ada dua pos penting dalam laporan keuangan yang kerap luput dari perhatian padahal sangat berdampak pada kualitas laba dan arus kas: Depresiasi dan Amortisasi. Memahami keduanya adalah keterampilan kunci untuk menilai apakah sebuah saham overvalued atau justru undervalued. 1. Depresiasi vs. Amortisasi: Apa Bedanya? Depresiasi adalah alokasi biaya perolehan aset berwujud (tangible) seperti mesin pabrik, kendaraan, gedung, dan peralatan IT. Contoh: truk logistik yang nilainya turun setiap tahun karena pemakaian. Amortisasi adalah alokasi biaya aset tidak berwujud (intangible) seperti hak paten, merek dagang, lisensi, dan perangkat lunak. Contoh: biaya akuisisi merek minuman yang diamortisasi selama 10 tahun. Keduanya adalah biaya non-kas. Artinya, perusahaan mencatatnya sebagai beban di laporan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  2. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  3. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  4. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  5. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  6. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  7. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  8. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  9. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  10. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar

TradingView Chart - BKSW